nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Empat Peleton Polisi Diterjunkan Buru Kelompok Teroris Ali Kalora Cs

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 01 Januari 2019 15:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 01 337 1998611 empat-peleton-polisi-diterjunkan-buru-kelompok-teroris-ali-kalora-cs-VWdUwopPlF.jpg

JAKARTA - Jajaran Mabes Polri menerjunkan empat Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk memburu kelompok teroris Ali Kalora mantan anak buah Santoso. Empat SST tersebut berasal dari dua peleton Brimob, satu peleton Poso, dan satu lagi dari Palu.

"Telah di tugaskan dua SST Brimob, satu SST dari Poso dan satu SST dari Palu untuk back up Polres Parimo dalam melakukan pengejaran (kelompok Ali Kalora)," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada Okezone, Selasa (1/1/2019).

Dalam proses pengejaran kelompok Ali Kalora, tim gabungan jajaran Mabes Polri tersebut berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang diduga milik kelompok Ali Kalora di lokasi baku tembak di Desa Salubanga, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng)‎. Salah satu barang bukti yang ditemukan yakni, tiga buah bom lontong.

"Barang atau benda yang diamankan, tiga buah bom lontong, satu buah teropong siang, tiga buah sendok makan, tiga toples plastik kecil berisikan sembilan biji buah kurma dicampur kue, dua amunisi aktif kaliber 5,56," terang Dedi.

(Baca Juga: Evakuasi Korban Mutilasi, 2 Polisi Ditembak Mujahidin Indonesia Timur di Sulteng)

(Baca Juga: Polisi Amankan 3 Bom Lontong Diduga Milik Eks Anak Buah Santoso)

Tak hanya itu, tim juga menemukan ‎tujuh slongsong amunisi kaliber 5.56, satu buah kaos berkerah, satu sebo warna hitam, tiga botol air mineral, empat jerigen kosong isi dua liter, dan satu unit sepeda motor Suzuki milik korban Bripka Andrew yang berboncengan dengan Bripda Baso.

‎"Satu unit mobil Brimob Poso telah kembali ke Polsek Sausu bersama empat personil Brimob dengan membawa barang atau benda yang di temukan di TKP tersebut," ujarnya.

Sebelumnya diketahui, dua anggota polisi yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso ditembak oleh sekelompok orang yang diduga teroris anak buah Santoso pada Senin, 31 Desember 2018.

Kedua polisi tersebut ditembak saat membersihkan ranting pohon yang menutup jalan rombongan saat melakukan proses evakusi dan olah TKP mutilasi seorang warga Poso.

Kontak tembak pun sempat terjadi antara polisi dengan kelompok terduga teroris. Dua polisi yang tertembak berhasil dievakuasi ke puskesmas dan kelompok teroris masih dalam pengejaran.‎

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini