nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lokasi Longsor Sukabumi Jadi Objek Wisata Dadakan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 01 Januari 2019 12:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 01 337 1998551 lokasi-longsor-sukabumi-jadi-objek-wisata-dadakan-c564WWFN6Z.JPG Tim SAR gabungan cari korban longsor di Sukabumi, Jawa Barat (Foto: BNPB)

JAKARTA - Tim gabungan kesulitan menerjunkan alat berat ke ‎lokasi longsor di Dusun Garehong Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tiga alat berat sebenarnya sudah disiapkan untuk melakukan evakuasi korban, hanya saja terjalnya medan membuat alat berat nyaris mustahil menjangkau lokasi longsor.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, saat ini tim gabungan masih melakukan proses evakuasi secara manual. Sebab, jalan sempit dan berbukit menjadi hambatan masuknya alat berat ke lokasi longsor.

Menurutnya, hambatan lain selain jalan sempit dan berbukit saat proses evakuasi, banyak orang berduyun-duyun datang ke lokasi longsor hanya untuk melihat proses evakuasi korban. Padahal, banyak bantuan yang datang ke lokasi tapi justru terhambat gara-gara kerumunan warga.

"Wisata bencana seperti ini selalu terjadi di saat bencana. Masyarakat berdatangan ingin melihat lokasi bencana. Ada juga ingin menengok dan membantu kerabat yang terkena bencana. Kondisi jalan yang sempit menyebabkan bantuan, baik personel SAR, logistik, ambulans dan sebagainya terhambat kemacetan," ungkap Sutopo dalam siaran persnya kepada Okezone, Selasa (1/1/2019).

Longsor Sukabumi

"Hal ini juga terjadi saat penanganan bencana seperti tsunami di Pandeglang dan Serang, longsor Banjarnegera, longsor Brebes, jebolnya Situ Gintung dan sebagainya," ulas Sutopo.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap 38 orang korban yang diduga masih tertimbun longsor. Data terakhir menyebutkan sebanyak lima korban tewas akibat musibah ini. Jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini