Renggut Ribuan Nyawa, Ini 3 Tsunami yang Menerjang Indonesia Sepanjang 2018

Isal Faisal, Okezone · Senin 31 Desember 2018 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 31 337 1998219 renggut-ribuan-nyawa-ini-3-tsunami-yang-menerjang-indonesia-sepanjang-2018-sN2QKNwYn8.jpg Salah satu sudut Kota Palu, Sulawesi Tengah yang dilanda tsunami (AP)

JAKARTA - Sejumlah bencana melanda berbagai daerah di Indonesia sepanjang 2018. Tiga di antaranya adalah gelombang tsunami. Satu dari dua tsunami tersebut terjadi tanpa dipicu oleh gempa lebih dulu, sebuah fenomena yang masih dianggap langka di Indonesia.

Berikut tiga tsunami yang menerjang Indonesia sepanjang 2018.

Tsunami Lombok

Gempa berkekuatan 7 skala Richter melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 5 Agustus 2018 pukul 19.46 WITA. Gempa berpusat di 18 kilometer arah barat laut Lombok Timur pada kedalaman 32 Km. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Tsunami muncul menimpa pesisir Carik, Desa Anyar, Bayan, Lombok Utara, Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan Labuhan Badas, Sumbawa. Tapi ketinggian gelombang hanya 0,9 hingga 13,5 sentimeter sehingga tidak merusak dan merenggut korban jiwa.

Dampak gempa Lombok (Puteranegara/Okezone)

Korban banyak bertahun akibat gempa. Sebelum gempa 7 SR, Lombok lebih dulu diguncang gempa 6,4 SR pada Minggu 29 Juli 2018.

BNPB mencatat korban tewas akibat gempa Lombok per 1 September 2018 mencapai 564 orang, 1.584 luka-luka dan 445.343 orang mengungsi. Bangunan yang rusak mencapai 149 ribu lebih.

Tsunami Palu

Belum selesai penanganan akibat gempa di Lombok, Indonesia kembali dilanda lindu dengan magnitudo 7,4 pada 28 September 2018. Gempa yang terjadi sekira pukul 18.02 Wita itu berpusat di 26 kilometer arah utara Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa ini menimbulkan tsunami.

Presiden Jokowi meninjau dampak gempa dan tsunami di Palu (Biro Pers Setpres)

Gelombang pembunuh menyapu pesisir Sulawesi Tengah dan sebagian Sulawesi Barat. Paling parah di Palu. Selain tsunami, gempa itu juga memicu likuefaksi atau keluarnya lumpur dari dalam tanah lalu menenggelamkan permukiman.

Per 25 Oktober 2018, BNPB mencatat 2.081 orang meninggal dunia akibat bencana di Sulteng. Korban luka-luka 4.438 orang dan 1.330 orang hilang. Sedikitnya 206.219 warga mengungsi. Sedangkan rumah yang rusak ada 68.451 unit. Total kerugian ekonomi terkait bencana tersebut mencapai Rp13,82 triliun.

Tsunami Selat Sunda

Pada Sabtu 22 Desember 2018 malam, tsunami melanda Banten dan Lampung. Tsunami ini dipicu adanya longsoran Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat sebelumny. Tak ada peringatan dini sama sekali sebelum tsunami.

Tsunami di pesisir Banten (Susi Air)

BMKG dan BNPB mengakui belum punya alat mendeteksi tsunami akibat aktivitas vulkanologi gunung berapi seperti yang terjadi di Selat Sunda. Tsunami yang dipicu longsor gunung api masih dianggap fenomena langka, padahal seadab lalu letusan Gunung Krakatau juga memicu tsunami dahsyat.

BNPB mencatat, per Senin (31/12/2018) siang, korban tewas akibat tsunami Selat Sunda mencapai 437 orang, 14.059 luka-luka, 16 orang hilang, dan 33.721 orang mengungsi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini