nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditahan Seorang Diri, Habib Bahar Lebih Banyak Baca Kitab di Penjara

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 12:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 31 337 1998099 ditahan-seorang-diri-habib-bahar-lebih-banyak-baca-kitab-di-penjara-9kLIoehOvU.jpg Pimpinan Ponpes Tajul Alawiyyin, Bogor, Habib Bahar bin Ali bin Smith (Foto: YouTube)

JAKARTA - Hampir dua pekan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Habib Bahar bin Ali bin Smith mendekam di balik jeruji besi sel tahanan Polda Jawa Barat (Jabar). Ia ditahan setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur masing-masing berinisial CAJ (18) dan MKU (17).

Lama tak terdengar, lantas bagaimana kabar terakhir dari penceramah muda yang dikenal lantang mengkritik pemerintah itu? Pengacara Habib Bahar, Azis Yanuar bercerita bahwa selama ditahan di sel tahanan Polda Jabar, Habib Bahar tetap dalam kondisi sehat dan bugar.

Azis mengungkapkan bahwa kliennya ditahan seorang diri dalam ruang tahanan, sehingga bisa dikatakan sangat jarang berkomunikasi dengan tahanan lain.

"Beliau ditahan di ruangan sendiri," ujar Azis saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Senin (31/12/2018).

Bahar bin Smith

Azis menjelaskan, meski mendekam di dalam penjara, kegiatan sehari-hari Habib Bahar tidak berubah. Pria asal Manado, Sulawesi Utara itu tetap menghabiskan waktunya dengan membaca kitab-kitab maupun hizib yang memang menjadi amalan kesehariannya.

"Iya, lebih banyak membaca kitab-kitab ya seperti itu. Tidak ada yang berubah (kegiatannya) meskipun sedang dalam penjara," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Habib Bahar bin Smith dituduh telah menganiaya dua remaja di bawah umur yang mengaku-ngaku sebagai dirinya saat berada di Bali. Kedua anak itu diduga mengalami tindak kekerasan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin yang beralamat di Desa Kemang, Kabupaten Bogor, pada Senin 1 Desember 2018 silam.

Habib Bahar pun dijerat dengan Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2), dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini