nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKB Minta Fraksinya di DPR Kawal Ketat Penambahan Anggaran Bencana

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 28 337 1997232 pkb-minta-fraksinya-di-dpr-kawal-ketat-penambahan-anggaran-bencana-qnr3D5qIDZ.jpg Pasca-Tsunami Banten (foto: Air Susi)

JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dita Indah Sari menilai upaya penanganan bencana masih lebih fokus ke tanggap darurat dan pasca-bencana. Meskipun penting, namun lebih penting lagi konsisten membangun kerja mitigasi bencana.

"Mitigasi bencana, berupa serangkaian kerja terencana dari hulu ke hilir, merupakan keharusan di sebuah negara yang berada di tengah ring of fire. Mulai dari penyediaan alat deteksi, operasionalnya, pemeliharaannya, pelatihan bagi warga plus tanggap daruratnya gimana, rehabilitasi rekonstruksinya gimana, itu kerja sepaket. Memang itu paket mahal dan terus menerus, bukan paket hemat. Tapi karena ini soal nyawa ribuan orang, ya harus tersedia," kata Dita dalam keterangannya, Jumat (28/12/2018).

 ts

Kata dia, Indonesia mempunyai 22 alat pendeteksi tsunami, tetapi rusah dan tidak ada anggarannya. "Saya dengar bahkan sekarang ada alat deteksi tsunami karena sebab vulkanis, seperti yang di Banten kemarin, tapi kita belum punya," sambung aktivis buruh ini.

 (Baca juga: BMKG Akan Pasang Alat Pendeteksi Gelombang di Selat Sunda)

Ia pun mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang menambahkan anggaran untuk pembelian alat pendeteksi tsunami.

"Kami apresiasi Pak Jokowi. Cak Imin juga sudah perintahkan fraksi PKB di DPR untuk mengawal anggaran ini supaya betul-betul terealisasi. Kepala Daerah yang dari PKB pun sudah diperintahkan untuk mengalokasikan dari APBD-nya. Supaya enggak kalang kabut setelah kejadian," lanjutnya.

 (Baca juga: Banten Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tsunami Selat Sunda)

ssdd

Ia juga meminta agar masyarakat mandiri dan dapat melibatkan anak dengan memasukannya mitigasi bencana sebagai ekstrakurikuler di sekolahnya. Terutama di wilayah rawan.

"Kalau ada gempa di sekolah, harus lari kemana. Harus sembunyi di mana. Jangan cepat panik. Itu semua bisa kok diajarkan sejak kecil di sekolah," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini