nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kembali Tetapkan 1 Orang Tersangka di Kasus Suap Bakamla

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 17:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 27 337 1996752 kpk-kembali-tetapkan-1-orang-tersangka-di-kasus-suap-bakamla-RGNX2QhxCP.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan satu orang tersangka sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya melakukan pengumpulan informasi, data mencermati fakta persidangan. Sehingga KPK pun meningkatkan perkara ini ke penyidikan dan menetapkan lagi seorang tersangka dalam kasus Bakamla.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan seorang tersangka yaitu ESY (Erwin Sya'af Arief),” kata Febri dalam konfresi pers di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

(Baca juga: Divonis 8 Tahun Penjara, Hak Politik Fayakhun Dicabut)

Febri menjelaskan, ESY selaku manager Director PT Rohde & Schwarz Indonesia diduga membantu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara.

“Dengan maksud penyelenggara negera tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajiban terkait proses pembahasan dan pengesahan RKA-K/L dalam APBN-P TA 2016 yang akan diberikan kepada Bakamla,” jelas Febri.

ss

Atas perbuatannya, Erwin disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau pasal 56 KUHP.

(Baca juga: Fayakhun Andriadi Ngaku Menyesal Terima Uang Suap Proyek Bakamla)

KPK resmi menetapkan Fayakhun sebagai tersangka pada 14 Februari 2018 lalu, dan kini sudah menjadi tahanan KPK. Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Dia mendapatkan imbalan 1 persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar.

Ia juga diduga menerima dana suap sebesar 300 ribu Dollar Amerika. Uang tersebut diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang tersebut diberikan dalam empat kali tahapan

dd

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini