nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaksa Dakwa Eddy Sindoro Telah Menyuap Panitera PN Jakpus Rp150 Juta dan USD50.000‎

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 16:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 27 337 1996683 jaksa-dakwa-eddy-sindoro-telah-menyuap-panitera-pn-jakpus-rp150-juta-dan-usd50-000-8206-VU1KQHri8R.jpg Sidang Suap Panitera Hakim PN Jakpus dengan Terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor (foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menggelar sidang perdana Chairman PT Paramount Enterprise Internasional, Eddy Sindoro terkait suap terhadap panitera hakim di Pengadilan Jakarta Pusat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Eddy Sindoro telah melakukan tindakan memberikan suap terhadap Edy Nasution selaku panitera pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat sebesar Rp150 juta dan USD50 ribu.

(Baca Juga: Eks Petinggi Lippo Group Segera Duduk di "Kursi Pesakitan") 

“Telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang masing-masing dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, memberi atau menjanjikan sesuatu,” kata JPU KPK, Abdul Basir di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Eddy Sindoro memberikan suap dibantu oleh pegawainya PT. Artha Pratama Anugerah Wresti Kristian Hesti Susetyowati, Presiden Direktur PT Paramount Enterprise, Ervan Adi Nugroho, Hery Soegiarto, dan Doddy Aryanto Supeno.

Sidang Suap Panitera Hakin PN Jakpus dengan Terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor Jakarta (foto: Harits/Okezone)	 Sidang Suap Panitera Hakin PN Jakpus dengan Terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor Jakarta (foto: Harits/Okezone)

Selanjutnya, kata Abdul Basir, suap yang diberikan Eddy Sindoro kepada Panitera PN Jakarta Pusat Edy Nasution untuk menunda proses pelaksanaan Aanmaning terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (PT MTP) yang seharusnya membayar uang pengganti.

“PT MTP harus membayar uang pengganti kepada PT. Kymco sebesar 11.100,000 dollar Amerika Serikat. Itu berdasarkan putusan Singapore International Abitration Centre (SIAC) yang telah dinyatakan wanprestasi. Namun, PT MTP tak melakukan pembayaran uang ganti rugi kepada PT. Kymco. Sehingga, PT Kymco melakukan gugatan Aanmaning di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” terang Jaksa Abdul Basir.

Tidak hanya satu kasus, Eddy juga meminta kepada Panitera PN Jakarta Pusat untuk

menerima pendaftaran Peninjauan Kembali (PK) PT Across Asia Limited (PT AAL), meskipun telah lewat batas waktu yang ditentukan oleh Undang-undang.

Dimana saat mengajukan PK, PT. AAL telah melewati batas waktu 180 hari sejak putusan Kasasi diterima PT AAL sejak 7 Agustus 2015 sesuai Pasal 295 ayat (2) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan. Sehingga, Eddy Sindoro kembali mengutus pegawainya Dody Aryanto Supeno untuk meminta bantuan kepada Eddy Nasution agar dapat menerima pendaftaran PK meski sudah melewati batas waktu.

(Baca Juga: Lucas Ragukan Kesaksian Dina Soraya di Sidang Kasus Merintangi Penyidikan Eddy Sindoro) 

“Melalui Dody menyerahkan uang sebesar Rp 50 juta dan 50 ribu dollar Amerika Serikat kepada Edy Nasution,” jelas Jaksa.

Atas perbuatan Eddy Sindoro, didakwa dan diancam pidana dalam Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Fahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang -Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) Ke- KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini