nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moeldoko Ngaku Sedih Banyak Kepala Daerah Muda Terjerat Korupsi

Athallah Muti, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 16:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 20 337 1993957 moeldoko-ngaku-sedih-banyak-kepala-daerah-muda-terjerat-korupsi-Fuoz7F9BSW.jpg KSP Moeldoko (foto: Anggun/Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Jend (Purn) Moeldoko mengaku sedih lantaran banyaknya Kepala Daerah muda yang tertangkap karena kasus korupsi.

Moeldoko menyayangkan jika anak-anak muda yang menjadi Kepala Daerah tidak melakukan perubahan namun justru melakukan tindakan korupsi.

“Saya sungguh menyayangkan kalau ada kepala daerah muda gitu ketangkep gara-gara korupsi. Saya sangat sedih, mestinya ideologi anak muda dalam memimpin sebuah organisasi adalah mampu melakukan perubahan,” kata Moeldoko di acara diskusi: Strategi Kepala Daerah Cegah OTT, di Hotel Mandarin Oriental, Jalan M.H Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

 (Baca juga: Perindo Nilai Biaya Politik Mahal Sebabkan Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi)

korupsi

Kata dia, ideologi anak muda adalah perubahan, mestinya kepala daerah anak-anak muda ini merubah dari yang kotor menjadi bersih, dari yang gelap menjadi terang, yang tidak efisien menjadi efisien, dan yang biasa hilang menjadi tumbuh.

“Presiden Joko Widodo akan memilih daerah yang memiliki sistem pencegahan korupsi yang paling baik untuk dijadikan contoh bagi daerah lain,” sambungnya.

Moeldoko mengatakan, korupsi menghambat pembangunan dan pelayanan publik yang prima, penting bagi kepala daerah untuk mewujudkan komitmen nyata dalam korupsi.

 (Baca juga: PKS Nilai Tak Perlu Revisi UU Pilkada Terkait Calon Kepala Daerah Jadi Tersangka)

korupsi

Ia pun berharap semua lembaga masyarakat dapat bersama-sama memikirkan nasib bangsa Indonesia kedepannya agar terhindar dari peristiwa-peristiwa besar seperti korupsi.

“Saya berharap lembaga masyarakat dapat terus mengawal strategi nasional pencegahan korupsi, kita pastikan teman-teman ikut memonitor perkembangan,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini