nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Akui Telah Pelototi Kemenpora Sejak Asian Games

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 06:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 20 337 1993686 kpk-akui-telah-pelototi-kemenpora-sejak-asian-games-IeC6gqpCcI.jpg

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, pihaknya telah memelototi gerak gerik yang mencurigakan di Kemenpora sejak perhelatan Asian Games 2018 berlangsung. Namun, lembaga antirasuah itu sengaja mengulurnya karena tak ingin mengganggu berjalannya pesta olahraga terbesar di Benua Asia itu.

"Kami sudah melihat indikasi-indikasi (korupsi) waktu itu, tapi kami mau ‎kelancaran acara (Asian Games 2018)," kata Saut di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Desember 2018.

Saut mengaku, usai Asian Games berakhir, pihaknya terus mengumpulkan bukti-bukti bahwa benar ada transaksi yang mencurigakan dari seorang penyelenggara negara yang bekerja di Kemenpora. Setelah menemukan bukti yang kuat, KPK langsung melakukan operasi senyap yang dilakukan pada Selasa, 17 Desember 2018.

"Jadi kami sudah ikuti, telusuri ini sejak lama," kata Saut.

Sebagai informasi, KPK resmi menetapkan 5 orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi karena penyelewengan dana hibah yang diberikan Kemenpora ke KONI. Kelima tersangka adalah Deputi IV Kemenpora RI, Mulyana; Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora, Adhi Purnomo; Staf Kemenpora, Eko Triyanto; Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy; dan Bendahara Umum KONI, Jhonny E Awuy.

Saut menjelaskan, Kemenpora mengalokasi anggaran dana hibah ke KONI sebesar Rp 17,9 miliar. Namun, karena kecerdikan petugas di lapangan akhirnya diketahui kalau uang itu hanya sebuah trik untuk memuluskan praktek korupsi yang mereka rencanakan. Sebab, para pegawai KONI belum mendapat gaji selama 5 bulan.

"Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai 'akal-akalan' dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini