nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Kali Praperadilan, Perkara Bos Gula Berakhir dengan SP3

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 22:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 18 337 1993133 3-kali-praperadilan-perkara-bos-gula-berakhir-dengan-sp3-ID0Z3k01Jv.jpg

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 dalam kasus dugaan penggelapan dan TPPU yang dilaporkan pengusaha asal Singapura Toh Keng Siong terhadap pengusaha Gula, Gunawan Jusuf.

Polri yang awalnya meyakini adanya tindak pidana terkait perkara tersebut dengan ditandai membuka penyelidikan dan penyidikan, kini secara mengejutkan, justru menerbitkan SP3.

"Penyidikan (kasus penggelapan dan TPPU) harusnya lebih terbuka dari sekarang," kata Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H Poeloengan saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Apalagi, dalam mengusut perkara ini, Bareskrim Polri terlihat tidak terlalu mengekspose penanganan perkara proses hukum terhadap Gunawan Jusuf. Pasalnya, penghentian perkara ini beriringan dengan perkembangan terbaru proses penyidikan perkara ini yang sedang mencari barang bukti sampai ke luar negeri.

Menurut Andrea, jika penyidik melakukan pencarian barang bukti hingga ke luar negeri, artinya diduga kuat adanya tindak pidana dalam kasus itu. Dan hal tersebut, kata Andrea adalah sudah tugas profesional Polri untuk mengumpulkan alat bukti.

"Kalau Polri masih menyidik berarti yakin ada dugaan perbuatan pidana, tinggal mencari alat buktinya agak lengkap," ucap Andrea.

Disisi lain, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengungkapkan, masih ada upaya hukum yang bisa ditempuh oleh pihak pelapor terkait dengan dihentikannya proses penyidikan kasus dugaan penggelepan dan TPPPU itu. Salah satunya, adalah mengajukan gugatan Praperadilan.

"Jika berdasarkan gelar perkara, penyidik kemudian melakukan SP3, maka pihak pelapor bisa mengajukan praperadilan," ucap Poengky dikonfirmasi terpisah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo sebelummya menyebut, jajaran Dit Tipideksus telah melakukan gelar perkara hari ini, dan menyatakan bahwa kasus tersebut di SP3.

"Hasil gelar perkara sudah diputuskan untuk SP3. Karena Jaksa sudah kasih petunjuk tidak ada pidananya," tutur Dedi dikonfirmasi terpisah.

Kendati demikian, Dedi menekankan, pihaknya tetap bisa melanjutkan perkara yang menjarat ke Gunawan Jusuf apabila dikemudian hari ditemukan sejumlah alat dan barang bukti. "Ya apabila menemukan novum baru tapi bukan kasus yang sama karena kalau kasus yang sama bisa Nebis en Idem," ujar Dedi.

(Baca Juga: Bareskrim Polri Tetap Usut TPPU Perkara Bos Gula, Meski Sudah 3 Kali Praperadilan)

Dalam perkara ini, Gunawan Jusuf diketahui telah tiga kali mengajukan permohonan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tetapi, gugatan itu selalu dicabut sebelum menemukan jawaban dari Majelis Hakim. Penyidik Bareskrim Polri sendiri sebetulnya dalam proses penyidikan ini, belum menetapkan Gunawan sebagai tersangka.

Untuk diketahui, dugaan penggelapan dan TPPU ini bermula ketika Toh Keng Siong menginvenstasikan dananya ke PT Makindo dengan direktur utama yakni Gunawan Jusuf. Sejak 1999 hingga 2002, total dana yang diinvestasikan dalam bentuk Time Deposit mencapai ratusan juta dolar AS dalam bentuk Time Deposit.

Namun dana itu diduga digunakan untuk membeli pabrik gula melalui lelang BPPN dan tidak juga dikembalikan hingga kini

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini