KPK Panggil Dirut PT Waskita Beton Precast soal Korupsi 14 Proyek Infrastruktur

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 18 Desember 2018 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 18 337 1992729 kpk-panggil-dirut-pt-waskita-beton-precast-soal-korupsi-14-proyek-infrastruktur-auQkkL6ml7.jpg KPK (Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk, Jarot Subana, pada hari ini. Petinggi Waskita Karya tersebut akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif pada 14 proyek infrastruktur‎.

"Yang bersangkutan ‎diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YAS (Yuly Ariandi Siregar)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Selasa (18/12/2018).

 Baca juga: 14 Proyek Fiktif Terbongkar, Kantor Pusat PT Waskita Karya Digeledah KPK

Jarot Subana sendiri merupakan satu dari lima orang yang telah dicegah untuk bepergian ‎ke luar negeri selama enam bulan kedepan sejak, 6 November 2018, oleh lembaga antirasuah. Jarot dicegah bepergian ke luar negeri terkait kasus ini.

Selain Jarot, KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni, Kabag Marketing PT Waskita Karya, Dono Parwoto; Pegawai PT Waskita Karya Realty, Ignatius Joko Herwanto; Manajer Maintenance PT Waskita Beton Precast, Imam Bukori; karyawan swasta, Musiyono.

 Baca juga: KPK Bongkar 14 Proyek Infrastruktur Hasil Korupsi Pejabat Waskita Karya, Ini Daftarnya

Kemudian, Staf Pengendalian di Divisi Sipil PT Waskita Karya, Joko Ruswanto; serta Karyawan PT Pura Delta Lestari, Happy Syarif. Mereka akan digali keterangannya untuk proses penyidikan tersangka Yuly Arinadi Siregar.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan mantan Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR) dan mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS) sebagai tersangka.

Kedua pejabat Waskita Karya tersebut diduga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi, terkait proyek fiktif pada BUMN. Sedikitnya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya.

Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Papua.

 Baca juga: Daftar 14 Proyek yang Dikorupsi Pejabat PT Waskita Karya

Fathor dan Ariandi diduga telah menunjuk empat perusahaan sub kontraktor untuk mengerjakan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya.

Empat perusahaan subkontraktor yang telah ditunjuk Ariandi dan Fathor tidak mengerjakan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Namun, PT Waskita Karya tetap melakukan pembayaran terhadap empat perusahaan subkontraktor tersebut.

Selanjutnya, perusahaan-perusahan sub-kontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya kepada sejumlah pihak termasuk yang kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Diduga, telah terjadi kerugian keuangan negara sekira Rp186 miliar. Perhitungan kerugian keuangan menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya epada perusahaan-perusahaan sub kontraktor pekerjaan fiktif.

Atas perbuatannya, dua pejabat PT Waskita Karya itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 199c9 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1, Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini