nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa 18 Desember: Indonesia Rebut Papua Barat hingga Penghapusan Perbudakan di AS

Athallah Muti, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 09:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 18 337 1992711 peristiwa-18-desember-indonesia-rebut-papua-barat-hingga-penghapusan-perbudakan-di-as-PwJLclhFpy.jpg Anak-Anak Papua (ist)

JAKARTA - Berbagai peristiwa penting dan bersejarah pernah terjadi dari tahun ke tahun pada 18 Desember. Salah satunya adalah hari di mana Indonesia menyerang Nugini atau yang sebelumnya dikenal sebagai Nugini Belanda untuk merebut Papua Barat dari Kerajaan Belanda.

Selain peristiwa Indonesia merebut Papua Barat dari Nugini, 18 Desember juga mengingatkan akan peristiwa ditemukannya manusia Plitdown (setengah-kera dan setengah-manusia) oleh Charles Dawson pada tahun 1912.

Selain kedua peristiwa tersebut, berikut Okezone berhasil merangkum beberapa peristiwa penting dan bersejarah yang pernah terjadi pada 12 Desember seperti dikutip dari Wikipedia.org, Selasa (18/12/2018).

 Baca juga: Peristiwa 17 Desember: Penerbangan Pesawat Pertama hingga JKT48 Muncul di TV

1. Indonesia Merebut Papua Barat dari Nugini

Nugini atau yang sebelumnya dikenal sebagai Nugini Belanda (bahasa Belanda: Nederlands-Nieuw-Guinea) mengacu pada wilayah Papua Barat yang sementara itu adalah wilayah luar negeri dari Kerajaan Belanda dari tahun 1949 hingga 1962. Hingga 1949, Nugini merupakan bagian dari Hindia Belanda, yang lebih dikenal sebagai Nugini Belanda. Isinya meliputi apa yang sekarang telah menjadi dua provinsi paling timur Indonesia, Papua dan Papua Barat.

Selama Revolusi Indonesia, Belanda melancarkan 'aksi polisi' untuk mengambil wilayah Nugini dari Republik Indonesia. Namun, cara yang keras dari Belanda telah menarik ketidaksetujuan antarnegara. Dikarenakan dukungan antarnegara berpindah ke Republik Indonesia, Belanda pada tahun 1949 berhasil untuk bernegosiasi dengan agenda pemisahan Nugini Belanda dari pemukiman Indonesia yang lebih luas, dengan nasib wilayah yang disengketakan akan diputuskan oleh penutupan 1950.

 Suku Papua

Namun, Belanda pada tahun-tahun berikutnya bisa berdebat dengan sukses di PBB bahwa penduduk asli Nugini Belanda mewakili kelompok etnis yang terpisah dari masyarakat Indonesia dan dengan demikian tidak boleh diserap ke dalam negara Indonesia.

Sebaliknya, Republik Indonesia, sebagai negara penerus Hindia Belanda, mengatakan Belanda Nugini sebagai bagian dari batas teritorial alam. Sengketa Nugini merupakan salah satu hal penting dalam penurunan cepat hubungan antarnegara Belanda dan Indonesia setelah kemerdekaan Indonesia.

 Baca juga: Peristiwa 16 Desember: Lahirnya AC Milan hingga Revolusi Rumania

Sengketa ini meningkat menjadi sebuah konflik tingkat rendah pada 18 Desember 1961. Setelah Belanda bergerak untuk mendirikan Pemerintah Papua otonom pada 1961, Indonesia menyerang Nugini Belanda untuk merebut Papua Barat dari kerjaan Belanda. Konflik tingkat rendah ini akhirnya membuahkan hasil bagi Indonesia, yang dimana Indonesia mendapatkan Provinsi Papua di bawah pemerintahan bersatu, hingga sebelum tahun 2003 dikenal dengan nama Irian Jaya.

2. Hari Jadi Kabupaten Banyuwangi

Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi merupakan bagian dari Kerajaan Hindu Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun. Pada masa ini secara administratif VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mereka menganggap bahwa Blambangan merupakan sebagai wilayah kekuasannya, atas dasar penyerahan kekuasaan Jawa bagian timur (termasuk blambangan) oleh Pakubuwono II (Dinasti Mataram) kepada VOC.

Padahal Mataram tidak pernah bisa menguasai daerah Blambangan yang saat itu merupakan kerajaan hindu terakhir di pulau Jawa. Namun VOC tidak pernah benar-benar menancapkan kekuasannya sampai pada akhir abad ke-17, ketika pemerintah Inggris menjalin hubungan dagang dengan Blambangan. Daerah yang sekarang dikenal sebagai "kompleks Inggrisan" adalah bekas tempat kantor dagang Inggris.

VOC segera bergerak untuk mengamankan kekuasaannya atas Blambangan pada akhir abad ke-18. Hal ini menyulut perang besar selama lima tahun (1767–1772). Dalam peperangan itu terdapat satu pertempuran dahsyat yang disebut Puputan Bayu sebagai merupakan usaha terakhir Kerajaan Blambangan untuk melepaskan diri dari belenggu VOC. Pertempuran Puputan Bayu terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Banyuwangi.

 Baca juga: Fakta Pawai Persija: Kolam Balkot Ditutup hingga Janji Anies Bangun Stadion

3. Hari Republik Niger

Pada 18 Desember 1958, rakyat Niger menganggap bahwa tanggal itu merupakan tanggal berdirinya lembaga nasional mereka. Meskipun Hari kemerdekaan di Republik Niger diperingati pada setiap tanggal 3 Agustus, yang menandai kemerdekaan bangsa dari Perancis pada tahun 1960.

Kemerdekaan Niger dideklarasikan pada tanggal 3 Agustus 1960 yang menjadi tanggal resmi Niger mendapat kemerdekaan penuh dari Prancis, sedangkan 18 Desember 1958 menandai berdirinya Republik dan penciptaan Kepresidenan Republik Niger, mengikuti perubahan konstitusional Republik kelima Prancis, dan diadakannya pemilihan tanggal 4 Desember 1958 di kolonial Prancis.

Antara 18 Desember 1958 dan 3 Agustus 1960, Niger tetap menjadi Republik semi-otonom dalam Komunitas Prancis. Pada awal tahun 1960 revisi dari Komunitas Perancis memperbolehkan keanggotaan negara merdeka, dan pada tanggal 28 Juli, Majelis Legislatif Niger menjadi Majelis Nasional.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini