Share

Saksi Ungkap Perintah Irwandi Yusuf soal Dana Otsus Aceh

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 18 Desember 2018 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 18 337 1992676 saksi-ungkap-perintah-irwandi-yusuf-soal-anggaran-dana-otsus-aceh-6K5vjp0cLw.jpg Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Aceh, Ashari mengungkapkan, Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf selalu memerintahkan kepada jajarannya untuk tidak berbuat curang dalam proses penyusunan anggaran. Khususnya, dana otonomi khusus Aceh (Doka).

"Beliau mengingatkan kita agar dalam proses penganggaran sesuai koridor hukum," kata Ashari saat bersaksi terkait perkara dugaan suap proyek dana otsus Aceh untuk terdakwa Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Menanggapi keterangan saksi tersebut, Irwandi lewat penasihat hukumnya menegaskan tak ada gubernur meminta fee kepada Bupati Bener Meriah Ahmadi.

"Gubernur tidak ada mengarahkan menitip anggaran dana Doka untuk 23 kabupaten kota di Aceh. Gubernur tak ada memerintahkan untuk mengalokasikan kabupaten Bener Meriah sekian. alokasi anggaran untuk kab/kota susah dibahas di musrembang propinsi Aceh. dijelaskan dengan gamblang," kata Sirra Prayuna, penasihat hukum Irwandi.

(Baca Juga: Plt Gubernur Aceh Akui Irwandi Yusuf Sering ke Luar Negeri Bareng Steffy Burase)

Irwandi Yusuf

Selain itu, Sirra juga menekankan, kegiatan Aceh Marathon direncanakan sesuai ketentuan yang sudah ada dalam APBD Aceh khususnya di dipa Dispora dan proses sesuai prosedur yang berlaku.

"Latar belakang kegiatan Aceh Marathon jelas, alokasi anggaranya jelas, proses perencanaan dan tahapan pelaksanaan sudah jelas dan terang benderang dan sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Jelas sudah sangat jelas, manfaat kegiatan Aceh Marathon untuk promosi pariwisata," tekannya

Diketahui sebelumnya, Irwandi Yusuf didakwa bersama-sama dengan stafnya, Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri menerima suap sebesar Rp1.050.000.000 dari Bupati Bener Meriah Aceh‎, Ahmadi. Uang tersebut diberikan Ahmadi kepada Irwandi dalam tiga kali tahapan.

Menurut Jaksa, uang tersebut sengaja diberikan Ahmadi kepada Irwandi agar mendapatan program kegiatan pembangunan yang bersumber dari Doka tahun anggaran 2018.

(Baca Juga: Suap Proyek Dana Otsus Aceh, Hakim Tolak Eksepsi Orang Kepercayaan Irwandi Yusuf)

Irwandi juga didakwa‎ menerima gratifikasi sebesar Rp8.717.505.494 oleh tim Jaksa. Gratifikasi senilai Rp8,7 miliar itu diterima Irwandi Yusuf dalam kurun waktu setahun dari 2017 sampai 2018.

Irwandi mulai menerima gratifikasi pada November 2017 sampai ‎Mei 2018 dari rekening atas nama Muklis di tabungan Bank Mandiri. Total uang yang diberikan Muklis kepada Irwandi dalam kurun waktu enam bulan sebesar Rp4,4 miliar.

Kemudian, Irwandi menerima juga uang melalui Fenny Steffy ‎Burase sebesar Rp568 juta sejak Oktober 2017 hingga Januari 2018. Uang sebesar Rp568 juta tersebut diterima Steffy dari Teuku Fadhilatul Amri atas perintah orang kepercayaannya Irwandi, Teuku Saiful Bahri.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini