nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI Nilai Pesta Seks di Yogya Buntut Lemahnya Hukum & Hilangnya Rasa Malu

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 06:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 18 337 1992672 mui-nilai-pesta-seks-di-yoyga-buntut-lemahnya-hukum-hilangnya-rasa-malu-owhr97tEHw.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Terbongkarnya kasus pesta seks di Yogyakarta membuat sejumlah pihak terkejut. Pasalnya, ada 12 orang yang ditangkap, terdiri dari dua orang sebagai pelaku seks, sementara 10 orang lainnya menjadi penonton dalam kasus tersebut.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain menilai kejadian pesta seks di Yogyakarta karena sudah hilangnya rasa malu yang ada di masyarakat. Disisi lain lemahnya aturan membuat masyarakat berani untuk melakukan hal itu.

"Bukan maslaah pergeseran nilai, tapi pemuasan nafsu syahwat yang berani karena hukumnya sangat lemah dan rasa malu yang hilang," kata Tengku saat dikonfirmasi Okezone, Senin (17/12/2018).

(Baca Juga: Faktor Pemicu Pesta Seks di Yogya Menurut Sosiolog)

Ilustrasi

Menurutnya, peran ormas Islam saat ini harus meningkatkan peranannya dalam menata kehidupan masyarakat. Dengan begitu, hal tersebut bisa menjadi salah satu benteng untuk menghindari peristiwa tersebut.

"Ormas Islam mesti mulai menata kehidupan beragama ke arah yang lebih konkret," tuturnya. (Baca Juga: Tersangka Pesta Seks Yogya Juga Biarkan Istrinya Disetubuhi Pria Lain)

MUI sendiri sambung Tengku, berencana membuat siar keagamaan dengan harapan mampu mengantisipasi agar peristiwa tersebut tidak kembali terulang di lingkungan masyarkaat.

"MUI akan mengeluarkan tausiyah dan berharap 2019 keadaan negara akan lebih bermoral," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini