nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kwik Kian Gie di Tebuireng: Cerita Gus Dur Tukang Bolos Rapat sampai Kaget Ditunjuk Jadi Menko

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 18:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 17 337 1992521 kwik-kian-gie-di-tebuireng-cerita-gus-dur-tukang-bolos-rapat-sampai-kaget-ditunjuk-jadi-menko-8EnHT0ad2B.jpg Kwik Kian Gie

GITU aja kok repot. Quotes dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu begitu melegenda, hal tersebut pun dirasakan Kwik Kian Gie yang sudah dekat dengan Gus Dur, tepatnya saat mereka sama-sama menjadi Badan Pekerja (BP) MPR tahun 1987.

"Kegiatan politik bersama saya, saya alami di tahun 1987 ketika kami menjadi pekerja Badan Pekerja (BP) MPR yang menyusun GBHN," ujar Kwik dalam pidatonya di acara Haul ke-9 Gus Dur di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, seperti yang diunggah BBSTV Surabaya di YouTube, Minggu 16 Desember 2018.

Kwik bilang, Gus Dur tak pernah datang saat ada agenda rapat di MPR. "Beliau tidak pernah hadir dalam rapat-rapat, hanya datang ketika rehat," ujarnya.

Pada kesempatan itulah, Gus Dur minta Kwik untuk menyampaikan hal-hal penting yang didiskusikan dalam rapat tersebut.

"Beliau cerdik, tidak mau repot-repot mendengarkan omong kosong dalam persidangan BP MPR. Namun, melalui saya bisa selalu up to date," kata Kwik.

(Baca Juga: 17 Tahun Silam, Dekrit dan Celana Pendek Gus Dur)

Dia juga mencerikan soal bagaimana awal mula Gus Dur menjadikan Khonghucu sebagai agama yang resmi di Indonesia. Karena itu, Kwik pun menyebut Gus Dur sebagai pejuang pluralisme.

"Gus Dur sebagi pejuang pluralis yang sangat saya alami ialah ketika pengurus Khonghucu meminta kepada saya bersama-sama menghadap Gus Dur guna minta dukungannya untuk menyatakan Khonghucu sebagai agama. Beliau langsung menerimanya dan mengatakan, bahwa baginya kalau sekelompok orang meyakini nilai-nilai moralitas yang baik sebagai agama, maka bagi kelompok itu adalah agama," ulas Kwik.

Soal penunjukkan Gus Dur kepadanya agar menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Keuangan pada tahun 1999, Kwik juga memiliki cerita tersendiri yang tidak bisa dilupakannya.

(Baca Juga: Gus Dur Sudah Ingin Dilengserkan Meski Dekrit Belum Dikeluarkan)

Sebab, sesaat Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, Gus Dur mengundangnya ke Wisma Negara, salah satu kompleks bangunan di Istana Kepresidenan Jakarta. Saat datang, ternyata di salah satu ruangan itu sudah hadir seluruh Ketua Umum Partai Politik, dan hanya dia yang bukan.

"Betapa terkejutnya semua hadirin. Namun, sayalah yang paling terkejut karena tidak menyangka sedikit pun karena kedudukan Menko Ekuin diberikan kepada orang keturunan Thionghoa yang tidak mengganti namanya dan beristrikan orang Belanda," kata Kwik.

Dilansir dari situs nu.or.id, haul Gus Dur yang kesembilan juga akan diperingati di kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan pada Jumat 21 Desember 2018. Haul tahun ini akan mengangkat tema; 'Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan'.

Menurut salah seorang panitia kegiatan, Suraji, tema ini terefleksikan dari sepak terjang Gus Dur, terutama saat Gus Dur memilih untuk meninggalkan jabatannya sebagai Presiden Indonesia demi menghindari konflik antara masyarakat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini