Share

KPK Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Korupsi Gorontalo yang Mangkrak

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 17 Desember 2018 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 17 337 1992494 kpk-tindak-lanjuti-kasus-dugaan-korupsi-gorontalo-yang-mangkrak-PHNnKC3x3x.jpg Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Foto: Okezone/Ari Dwi Satrio

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menindaklanjuti kasus-kasus dugaan korupsi di Gorontalo. Ada sekira sepuluh kasus yang telah disupervisi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo ke lembaga antirasuah.

Dari sepuluh kasus korupsi yang disupervisi Kejati Gorontalo ke KPK, terdapat ‎dugaan keterlibatan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Saat ini KPK masih mengumpulkan sejumlah penguatan bukti-bukti untuk mengusut sepuluh kasus di Gorontalo.

"Iya akan kita tindaklanjuti. Soalnya, kalau semua bukti-buktinya cukup, dan misalnya kasusnya kita sudah supervisi dan KPK ambil itu kasusnya, biasanya akan jalan terus," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief saat dikonfirmasi awak media, Senin (17/12/2018).

Menurut Syarief, apabila kejaksaan sudah melakukan supervisi‎ terhadap sejumlah kasusnya, KPK akan memberikan sejumlah rekomendasi. Tak hanya rekomendasi, KPK juga akan memberikan bantuan ahli serta data-data untuk melanjutkan kasus-kasus yang sedang ditangani kejaksaan.

Baca: Makin Banyak Pemda Kena OTT, Bukti Korupsi Makin Parah?

Baca: Tren Persepsi Publik soal Korupsi Turun Dalam 2 Tahun

"Dan sekarang itu, kalau sekarang ini kasusnya enggak jalan-jalan, kita akan adakan gelar perkara bersama. Yang gelar perkara tersebut bisa dilakukan di KPK, bisa juga di Gorontalo," sambung Syarief.

Foto/Okezone

Syarief mengaku belum mengetahui lebih detail sepuluh kasus dugaan korupsi yang sudah disupervisi oleh Kejati Gorontalo. Namun, tegas Syarief, KPK akan menindaklanjuti kasus tersebut jika sudah disupervisi.

"Iya kalau diambil alih dari Kejaksaan Tinggi ke KPK, enggak mungkin mangkrak," tegas Syarief.

Berikut perkara yang menjadi atensi Unit Koorsup dari hasil koordinasi Kejati Gorontalo dan KPK :

1. Kasus alat pengadaan kesehatan RS Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk RSUD Tani dan Nelayan kabupaten boalemo dan RSUD Pohowanto TA 2004, yang diduga melibatkan mantan Gubernur Gorontalo.

2. Kasus proyek 7 paket peningkatan pekerjaan jalan rambutan sebesar Rp19.440.000.000 oleh PT Bumi mata kendari pada dinas pekerjaan umum kota Gorontalo TA 2015, telah ada 18 tersangka.

3. Kasus proyek 7 paket peningkatan pekerjaan jalan delima sebesar Rp8.772.000.000 oleh PT Karunia jaya pada dinas pekerjaan umum kota Gorontalo TA 2015, telah ada 18 tersangka.

4. Kasus proyek 7 paket peningkatan pekerjaan jalan beringin-II sebesar Rp2.535.535.000 oleh PT Fathir karya tama pada dinas pekerjaan umum kota Gorontalo TA 2015, telah ada 14 tersangka.

5. Kasua proyek 7 paket peningkatan pekerjaan jalan beringin sebesar Rp23.414.430.000 oleh PT Lia bangun persada pada dinas pekerjaan umum kota Gorontalo TA 2015, telah ada 19 tersangka.

6. Kasus penyelewengan dana dalam pekerjaan pembangunan pasar rakyat pontolo di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara pada dinas koperasi, perindustrian, dan perdagabgan Kabupaten Gorontalo utara APBN-TP (tahap I) dengan nilai kontrak sebesar Rp4.329.386.000 TA 2015 oleh PT Aneka karya pratama.

7. Kasus penyelewengan dana dalam pekerjaan pembangunan pasar rakyat pontolo di Desa Ombulodata, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara pada dinas koperasi, perindustrian, dan perdagabgan Kabupaten Gorontalo Utara APBN-TP (tahap I) dengan nilai kontrak sebesar Rp11.245.000.000 TA 2015 oleh PT Fajar harapan indah (kso) PT Catur indah agra sarana.

8. Kasus dalam pembangunan bendung dan jaringan transmisi air baku longalo di Kabupaten Bone Bolango oleh PT Sinar Bintang Surya Adhitya pada balai wilayah sungai II Gorontalo TA 2015, telah ada 18 tersangka.

9. Kasus dalam pembangunan gedung DPRD Kabupaten Gorontalo pada tahun 2008.

10. Kasus penyimpangan pada pembebasan lahan pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Riad (GORR) dan fasilitas umum lainnya di Wilayah Provinsi Gorontalo.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini