Share

Disebut Komnas HAM Jadi Korban, Labora Situros Ajukan Permohonan Grasi dan Amnesti

Achmad Fardiansyah , Okezone · Senin 17 Desember 2018 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 17 337 1992448 disebut-komnas-ham-jadi-korban-labora-situros-ajukan-permohonan-grasi-dan-amnesti-AvjGcoWrUC.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah membeberkan hasil eksaminasi terhadap perkara hukum yang menjerat mantan polisi Labora Sitorus. Dari situ, Komnas HAM menyebut Labora yang menjadi terpidana kasus illegal logging dan tindak pidana pencucian uang, ada korban pelanggaran HAM dan peradilan sesat.

Menanggapi hal itu, salah satu kuasa hukum Labora, Fernando Kudadiri menerangkan, peradilan sesat yang dimaksud oleh Komnas HAM adalah dari proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga putusan semuanya dipaksakan dan rekayasa.

“Di Polda Papua, ditemukan dua nomor laporan yang sama dengan terlapor dan tanggap yang berbeda. Kemudian, tidak ada berkas berita acara pemeriksaan (BAP),” terang dia di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

(Baca juga: Kejaksaan Sorong Masih Cari Alat Berat Milik Labora Sitorus)

 ass

Menurut Fernando, BAP terhadap Labora tidak ditemukan dalam perkara tindak pidana migas dan tindak pidana kehutanan. Sementara untuk tindak pidana pencucian uang, tidak ditemukan tanda tangan Labora pada BAP.

Seharusnya, dalam penyelidikan itu harus ada BAP dan tanda tangan Labora sebagai pelaku. Kemudian, kejanggalan terakhir ada pada proses penangkapan. Pasalnya, saat itu tidak dilengkapi dengan SP2 (surat perintah pemeriksaaan).

Fernando mengatakan, saat ini, pihaknya dan Komnas HAM tengah membicarakan lebih lanjut atas temuan dari hasil eksaminasi itu.

 (Baca juga: Kejaksaan Lelang Truk dan Kapal Labora Sitorus)

“Apakah nanti permohononan grasi, atau amnesti yang diberikan kepada Labora atas dasar moral hukum dan kemanusiaan,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini