nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sikap PSI soal Poligami Dinilai Tak Cerminkan Toleransi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 08:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 17 337 1992184 sikap-psi-soal-poligami-dinilai-tak-cerminkan-toleransi-Jsm7i7r1vO.jpg Ketua Umum PSI, Grace Natalie (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Gagasan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin melarang poligami bagi pejabat negara dan aparatur sipil Negara, mulai menuai polemik dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Ketua Umum Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) Farhan Hasan. Menurutnya, gagasan yang diusung Ketum PSI Grace Natalie itu jauh dari kata toleran.

“Kami kira pernyataan Ketua Umum PSI yang menolak poligami adalah sikap arogan yang sulit diterima. Betapa tidak, Ketua partai yang selama ini sering mengampanyekan Indonesia yang toleran sepertinya gagal membawa pesan itu dalam tatanan praktik,” kata Farhan, di Jakarta, Minggu (17/12/2018).

Farhan melanjutkan, Natalie sepertinya tidak mengerti syariat Islam, sebab bila dia mengerti Syariat Islam tentu tidak akan mengeluarkan ucapan atau gagasan yang seolah melecehkan Firman Tuhan yang tertuang dalam Alquran itu.

“Poligami adalah bagian dari Syariat islam yang ditetapkan menurut Alquran, Sunnah dan Ijma' para ulama. Syariat poligami tersebut berlaku sepanjang zaman hingga hari akhir,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, meskipun dibolehkan, syariat Islam juga memberikan syarat yang tujuannya untuk melindungi hak-hak perempuan, di antara syarat itu adalah berlaku adil. Sang suami haruslah memiliki kemampuan untuk berlaku adil diantara istri-istrinya.

Ketum PSI Grace Natalie (Syaiful Islam/Okezone)

"Keadilan yang dibebankan oleh Allah disesuaikan dengan kemampuan suami yaitu memperlakukan para istri dengan baik dan tidak mengutamakan sebagian yang lain dalam hal-hal yang termasuk dalam ikhtiar, seperti pembagian jatah bermalam dan nafkah. Adapun hal-hal lainnya diluar kemampuan manusia seperti adil dalam kecintaan, pelayanan dan lain sebagainya adalah hal yang dimaafkan oleh Syariat,” kata Farhan mengutip ucapan Ahmad Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, Toha Putra: Semarang, 1993, halaman 289-290.

Dia melanjutkan, bagi seorang muslim, semua syariat Allah itu baik dan mengandung maslahat, baik mashlahat murni yang tidak ada keburukannya, ataupun mashlahat rajihah (yang lebih kuat) atau lebih sedikit keburukannya dari dua kondisi yang ada.

(Baca Juga : Tolak Kekerasan terhadap Perempuan Jadi Tema Hari Jadi PSI di Surabaya)

“Termasuk dalam hal ini syariat poligami yang telah dihalalkan oleh Allah di dalam kitab suci-Nya, dihalalkan oleh Rasul-Nya, serta disepakati oleh umat Islam. Sebab Dia yang telah menciptakan seluruh Makhluk lebih mengetahui apa yang terbaik untuk makhluk-Nya,” tuturnya.

Oleh karena itu, daripada menyoroti ajaran Islam, Farhan mengimbau ada baiknya PSI menyoroti para pejabat yang melakukan tindakan-tindakan amoral yang disepakati oleh seluruh agama. Daripada menyoroti hukum hukum dalam suatu agama yang mungkin PSI tidak memiliki kapasitas dalam hal itu.

“Dengan begitu PSI dapat mewujudkan visi indonesia yang toleran dan berkeadaban,” tuturnya.

(Baca Juga : Komnas Perempuan: Islam Datang Mengatur Praktik Poligami)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini