nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Faktor Pemicu Pesta Seks di Yogya Menurut Sosiolog

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 07:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 17 337 1992167 faktor-pemicu-pesta-seks-di-yogya-menurut-sosiolog-xMatZVo0lD.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Terungkapnya pesta seks di sebuah homestay di Jalan Nusa Indah, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta pada 11 Desember 2018 mengejutkan semua pihak. Praktik yang memalukan itu seakan bukan lagi hal privat, karena ada 12 orang dan 10 di antaranya sebagai penonton adegan seks itu.

Sosiolog Universitas Indonesia Devie Rahmawati menilai perubahan cara pandang akan pemahaman suatu hubungan badan atau seks itu kini sudah tidak lagi dinilai sebagai suatu hal yang perlu ditutupi.

Perubahan paradigma yang meniru budaya barat itu kini diadopsi oleh masyarakat luas tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia.

"Jadi, promosi gaya hidup bebas cenderung tidak bertanggung jawab itu dipromosikan lewat budaya populer film musik dan lainnya," kata Devie saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (16/12/2018).

(Baca Juga: Sultan HB X Sedih dan Malu Ada Pesta Seks di Yogyakarta)

Ilustrasi

Padahal, menurutnya, di barat sendiri seks tidak dilakukan secara sederhana seperti apa yang ditampilkan dalam film. Mereka bahkan memahami betul akan bahaya dari seks itu sendiri, sehingga tahu cara mengantisipasinya.

Sedangkan di Indonesia, majunya perkembangan zaman membuat masyarakat sulit menghindari pengaruh barat. Bahkan, masyarakat menilai hal itu sudah menjadi satu yang biasa atau kebiasaan di kalangan anak muda. Mereka yang tidak melakukan itu dianggap cenderung tidak mengikuti perkembangan.

"Tekanan ini yang kemudian membuat anak-anak yang tidak memilki orientasi itu (seks) membuat tekanan tidak nyaman, ketika sudah melakukannya ada kecendrungan mereka lebih permisif terhadap hal tersebut. Karena ada proses pembiasaan kita kemudian menjadi imun tidak melihat sebagai hal yang bahaya," ungkapnya.

(Baca Juga: Polisi Dalami Peran 10 Orang yang Terlibat Pesta Seks Yogyakarta)

Padahal perilaku tersebut bisa menjerumuskan anak muda, bahkan berdampak kepada kemajuan bangsa. Banyak anak muda akan kehilangan konsentrasi akibatnya tidak produktif. Untuk itu, kata Devie, hanya peran keluarga yang mampu membentengi para anak muda dari ancaman perubahan zaman tersebut.

"Promosi yang memperlihatkan gaya hidup itu masif yang mungkin tidak bisa dibendung apalagi tidak ada media yang dominan karena internet bisa akses apapun hanya keluarga yang bisa bentengi itu," tukasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini