nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kompolnas: Kasus Pembakaran Mapolsek Ciracas Harus Diusut Tuntas, Itu Pidana Murni

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 15 Desember 2018 08:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 15 337 1991608 kompolnas-kasus-pembakaran-mapolsek-ciracas-harus-diusut-tuntas-itu-pidana-murni-BaeEKuxX13.jpeg Polsek Ciracas (Putera/Okezone)

JAKARTA - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti meminta agar polisi mengusut oknum yang merusak Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu 12 Desember 2018 dini hari. Perusakan disertai pembakaran Mapolsek Ciracas diduga dipicu pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir.

Menurut Poengky, Indonesia merupakan negara yang berlandaskan hukum dan bukan berdasarkan kekuasaan. Sehingga, tidak ada yang boleh dibela ketika ada perusakan Mapolsek Ciracas karena ada dugaan unsur tindak pidana.

"Tidak boleh ada orang yang kebal hukum. Oleh karena itu kasus pembakaran Polsek Ciracas juga harus diusut tuntas karena hal itu merupakan tindak pidana murni," kata Poengky kepada Okezone, Jumat (14/12/2018).

Selain menyerang Mapolsek Ciracas, massa yang diduga marah karena pelaku pengeroyokan rekannya belum ditangkap juga menganiaya Kapolsek Ciracas dan anggotanya hingga terluka.

Poengki meminta kepolisian tidak mendiamkam kasus ini.

 

Sebagaimana diketahui, massa mengepung Mapolsek Ciracas pada Selasa hingga Rabu, 12 Desember 2018, dini hari. Mereka merusak dan membakar sejumlah fasilitas yang ada di Mapolsek Ciracas.

Perusakan diduga dipicu adanya pengroyokan terhadap dua anggota TNI yakni Kapten Komarudin dan Pratu Rivonanda oleh juru parkir di kawasan Cibubur.

Poengky menilai jika ada oknum TNI yang terlibat dalam pengerusakan Mapolsek Ciracas, aparat penegak hukum tetap harus mengusutnya. Diyakini Poengky, sinergisitas Polri dan TNI akan tetap harmonis meskipun ada pengusutan pembakaran Mapolsek Ciracas.

(Baca juga: Siapa 200 Orang yang Berani Membakar Polsek Ciracas?)

"Kita semua tahu, kalau toh ada oknum anggota TNI terlibat penyerangan dan pembakaran, itu hanyalah oknum yang salah mengartikan semangat jiwa korsa. Bukan kebijakan institusi," terangnya.

(Baca juga: Kodam Jaya Bentuk Tim Investigasi Dugaan Keterlibatan TNI dalam Penyerangan Mapolsek Ciracas)

"Sehingga yang harus diproses hukum adalah oknum-oknum yang melakukan tindak pidana. Jika tindakan kriminal oknum tersebut dibiarkan tanpa ada proses hukum dan sanksi pidana, maka tidak ada efek jera, sehingga potensial dapat dilakukan lagi di kemudian hari oleh yang bersangkutan atau bisa ditiru yang lain," imbuh dia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini