nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Pasif Infrastruktur di Indonesia Diharapkan Makin Baik Tahun Depan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 15 Desember 2018 04:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 15 337 1991566 pembangunan-pasif-infrastruktur-di-indonesia-diharapkan-makin-baik-tahun-depan-maVgz9K9HO.jpg Diskusi akhir tahun Transformasi Perkotaan di Jakarta (Sarah/Okezone)

JAKARTA – Pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) pedoman pembangunan pasif infrastruktur akhir tahun ini atau awal Januari 2019. Asisten Deputi Telematika dan Utilitas Menko Perekonomian, Eddy Satria berharap dengan adanya SKB tersebut, pembangunan pasif infrastruktur di Indonesia makin lebih baik mulai tahun depan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian PUPR dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diharapkan bisa bersinergi untuk mewujudkan hal tersebut.

"Hari ini kita bicara soal infrastruktur pasif dan dikaitkan dengan bagaimana sinerginya dengan langkah-langkah atau kebijakan yang akan diambil oleh Cipta Karya dan Kemendagri nantinya," ujar Eddy Satria di sela Diskusi Akhir Tahun Transformasi Perkotaan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

"Jadi Kemkominfo perlu mengamankan investasi operator atau provider, Cipta Karya juga diharapkan mampu mengarahkan itu dan dipasang di mana apakah bersama atau sendiri, dengan wali kota masing-masing juga supaya bisa sinkron," paparnya.

 

Eddy Satria (Sarah/Okezone)

Setelah ketiga kementerian itu bisa bersatu dengan baik, maka menurut Eddy Satria perlu dilakukan pula koordinasi yang baik antaramereka dengan pemerintah daerah agar penataan perangkat (utilitas) kabel listrik dan kabel telekomunikasi tidak mengganggu keindahan kota.

"Nah tentu saja harapannya ke depan, ini bisa disingkronisasikan tiga kepentingan itu sehingga tidak terjadi lagi kesemrawutan, kabel bergelantungan di mana-mana ya malu dong kita," ungkap Eddy Satria.

Selain itu, Eddy juga menginginkan agar pada2019 nanti Kemendagri bisa menyelaraskan perencanaan infrastruktur terhadap sebuah kota, terutama infastruktur telekomunikasi.

"Yang kedua kita juga tentu tidak ingin terjadi gali lobang tutup lobang berkala, nah ini yg kita hindarkan. Dan tentu Kemendagri dengan kota itu juga ada kesinambungan perencanaannya lebih baik ke depan. Itu yang kita inginkan dalam infrastruktur, dalam arti infrasruktur untuk telekomunikasi," tutupnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini