nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Polewali yang Disandera di Filipina Selatan Akhirnya Bertemu Keluarga

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 21:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 13 337 1991022 warga-polewali-yang-disandera-di-filipina-selatan-akhirnya-bertemu-keluarga-IEsFwRbUL9.jpg Foto: Kemlu

JAKARTA - Seorang warga Polewali, Mandar, Sulawesi Barat yang dibebaskan dari penyanderaan di Filipina Selatan akhirnya bertemu dengan keluarga. Didampingi Duta Besar RI Manila, Sonny Sarundajang, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyerahterimakan warga bernama Usman Yunus itu ke keluarga.

"Pemerintah menggunakan seluruh asetnya dalam rangka membebaskan para sandera. Tapi situasi di Filipina Selatan akibat darurat militer, membuat upaya harus dilakukan secara sangat hati-hati guna memastikan keselamatan sandera," ujar Wamenlu, A.M. Fachir, kepada keluarga yang menerima Usman.

Usman Yunus dibebaskan pada tanggal 7 Desember 2018. Setelah dibebaskan, Usman menjalani proses pemeriksaan kesehatan di RS Angkatan Bersenjata di Jolo, Sulu, Filipina Selatan. Selanjutnya Usman dibawa ke Manila guna menyelesaikan administrasi keimigrasian untuk pemulangannya ke tanah air.

"Terima kasih Bapak Presiden dan Bu Menlu, saya hampir putus asa. Alhamdulillah suami saya bebas," ujar istri Usman, Julianti, kepada Wamenlu saat dipertemukan dengan Usman.

Usman Yunus bersama dengan 1 (satu) orang WNI/ABK lainnya diculik oleh kelompok bersenjata di perairan dekat Pulau Gaya, Samporna, Sabah, pada 11 September 2018. Usman berada dalam penyanderaan selama 2 bulan 26 hari.

"Atas arahan Menlu, saya berkomunikasi langsung dengan Presiden Duterte untuk mengupayakan pembebasan. Karena itu semua pihak di Filipina mendukung upaya yang kita lakukan", terang Duta Besar Sonny Sarundajang.

Sejak 2016 hingga November 2018 sebanyak 34 WNI disandera di Filipina Selatan. 33 diantaranya sudah berhasil dibebaskan. Pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan pembebasan WNI yang masih disandera. Pada saat yang sama, KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau terus menghimbau agar WNI yang bekerja sebagai nelayan di wilayah Sabah untuk tidak melaut hingga adanya jaminan keamanan dari otoritas Malaysia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini