nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Pembantaian Pekerja Istaka Karya, Polisi Petakan Pergerakan KKB di Papua

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 18:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 13 337 1990922 pasca-pembantaian-pekerja-istaka-karya-polisi-petakan-pergerakan-kkb-di-papua-w4pqrQPv0H.jpg Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus melakukan pemetaan (mapping) untuk memantau pergerakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), khususnya di Kabupaten Nduga, Papua, pasca pembunuhan terhadap pekerja Istaka Karya.

“Polri terus mapping pergerakan KKB ini,” tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (13/12/2018).

(Baca Juga: Organisasi Papua Merdeka, Apa dan Siapa Mereka?) 

Suasana Haru Warnai Serah Terima Jenazah Korban Penembakan KKB di Papua

Dedi juga mengklaim, pihaknya berhasil mengidentifikasi KKB yang menyerang pekerja di Kabupaten Nduga, maupun senjata apa saja yang digunakan mereka.

“Ada senjata laras panjang, pendek juga ada,” tutur dia.

Meurut dia, senjata yang digunakan oleh KKB berasal dari Filipina Selatan, Papua Nugini, serta rampasan milik TNI-Polri.

“Asalnya dari Filipina Selatan dan Papua Nugini. Dan dari hasil rampasan penyerangan pos TNI-Polri dan beberapa daerah asal konflik di Ambon,” urainya.

(Baca Juga: Waspadai Keterlibatan Asing di Balik Ulah Kelompok Bersenjata Papua) 

Tidak hanya itu, Dedi juga memaparkan, jika TNI-Polri sudah menggelar operasi gabungan selama satu tahun ini di Papua. Total sudah 47 orang yang diindikasi sebagai anggota KKB di Bumi Cenderawasih.

"Aparat gabungan TNI-Polri dalam pelaksanaan operasi selama 1 tahun ini sudah berhasil menangkap 22 pelaku dari kelompok tersebut dan sudah mengamankan 25 orang yang menyuplai senjata dan amunisi kelompok tersebut,” pungkas Dedi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini