nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI-Polri Klaim Sudah Kantongi Identitas KKB Papua, Termasuk 12 "Jenderal" Lapangan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2018 16:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 12 337 1990327 tni-polri-klaim-sudah-kantongi-identitas-kkb-papua-termasuk-12-jenderal-lapangan-aHKFim2yih.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Polri menyatakan telah mengantongi identitas-identitas para pentolan atau penggawa dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap melancarkan aksi teror di Papua. Hal tersebut, merupakan pengembangan dari aksi penembakan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, tim gabungan TNI-Polri telah melakukan pemetaan terhadap penggawa KKB di beberapa wilayah kekuasaannya di Tanah Cenderawasih itu.

"Ada beberapa yang sangat aktif sebagai komandan lapangan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Dedi menyebut, setidaknya ada 12 pimpinan kelompok bersenjata teridentifikasi personel gabungan. Dari 12 pimpinan itu, di antaranya adalah Egianus Kogoya (EK) yang menjadi otak dari peristiwa penembakan pekerja jembatan PT Israka Karya beberapa waktu lalu.

Dedi mengungkap, tim gabungan sudah memetakan seorang panglima tertinggi kelompok bersenjata yang berinisial PU. PU juga merestui penyerangan-penyerangan di berbagai wilayah Papua.

(Baca Juga: OPM Tak Mau Pembangunan Jalan Trans Papua tapi Ingin Kemerdekaan)

Total sebanyak 12 pimpinan kelompok bersenjata itu beroperasi di berbagai wilayah Papua, seperti Mampeduma, Kenuam, Nduga, dan Alguru. Mereka, kata Dedi, masih berada dalam kejaran petugas.

"Saat ini pasukan gabungan TNI Polri dan dengan penuh semangat tanpa pantang menyerah terus melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB tersebut," ucap Dedi.

Saat ini, Dedi mengklaim kondisi keamanan di Papua sudah berhasil dikendalikan oleh aparat TNI Polri. Meski demikian, kondisi tersebut masih dalam kontrol ketat dalam rangka menjamin situasi yang kondusif bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas di wilayah Nduga.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini