Penyuap Bupati Cirebon Segera Diadili di Pengadilan Tipikor Bandung

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 11 Desember 2018 19:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 11 337 1989899 penyuap-bupati-cirebon-segera-diadili-di-pengadilan-tipikor-bandung-WPh7LeM2yS.jpg Jubri KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan ‎Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Cirebon, Gatot Rachmanto (GR). Berkas penyidikan penyuap Bupati Cirebon tersebut telah dilimpahkan ke tahap penuntutan, pada hari ini.

Tim Jaksa penuntut umum pada KPK mempunyai waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan kasus dugaan suap jual-beli jabatan di Pemkab Cirebon terhadap Gatot Rachmanto sebelum dijadwalkan sidang perdananya. Rencananya, sidang Gatot akan digelar di Pengadilan Tipikor Bandung.

"Sidang rencananya akan dilakukan di Pengadilan Tipikor Bandung," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

(Baca Juga: Periksa Nico Siahaan, KPK Telusuri Suap Bupati Cirebon untuk Acara Sumpah Pemuda)

Bupati Cirebon Sunjaya

Sejauh ini, KPK telah memeriksa 27 saksi untuk proses penyidikan Gatot. Sedangkan Gatot, sudah dimintai keterangannya sebagai tersangka sebanyak dua kali.

Adapun unsur saksi yang telah dikantongi keterangannya yakni, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Cirebon, Camat Beber, Kabupaten Cirebon.

Kemudian, Kabid Bintek PUPR, PNS Kepala Bidang Sumber Daya Air PUPR Cirebon Kabupaten Cirebon, dan sejumlah PNS di lingkungan Pemkab Cirebon.

"Penyidik mengklarifikasi para saksi terkait dugaan aliran dana yang diterima oleh tersangka SUN sebagai Bupati Cirebon," tandasnya.

(Baca Juga: KPK Selisik Penerimaan Gratifikasi Bupati Cirebon via Perbankan)

Sebelumnya, KPK mengungkap adanya praktik jual-beli jabatan di Pemkab Cirebon dan menjerat dua orang tersangka. Keduanya yakni, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto (GR).

Diduga, telah terjadi pemberian uang suap dari Gatot untuk Sunjaya melalui seorang ajudan sebesar ‎Rp100 juta terkait fee karena telah melantik Gatot sebagai Sekda PUPR Kabupaten Cirebon.

Sunjaya ‎sebagai bupati juga diduga menerima pemberian lainnya secara tunai dari pejabat di lingkungan Cirebon sebesar Rp125 juta melalui ajudan dan sekretaris pribadi bupati.

Adapun, modus yang diduga digunakan yakni, pemerian setoran kepada bupati setelah beberapa pejabat dilantuk. Nilai setoran yang dipatok Bupati Sun‎jaya mulai dari camat hingga eselon tiga.

Selain pemberian tunai terkait mutasi jabatan, diduga Sunjaya juga menerima fee total senilai Rp6.425.000.000 yang tersimpan atas nama orang lain. Diduga, fee tersebut gratifikasi dari sejumlah pengusaha di Cirebon.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini