Terkait Kasus RJ Lino, KPK Akui Terganjal Penghitungan Kerugian Negara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 11 Desember 2018 16:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 11 337 1989786 terkait-kasus-rj-lino-kpk-akui-terganjal-perhitungan-kerugian-negara-uwPQsqrAvc.jpg RJ Lino (Dok. Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengakui pihaknya mengalami hambatan dalam segi penghitungan kerugian keuangan negara terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit QCC di Pelindo II yang menjerat Richard Joost (RJ) Lino.

Hal itu diungkapkan Saut setelah kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit QCC di Pelindo II‎ mangkrak selama sekira tiga tahun lamanya. Mantan Dirut PT Pelindo II, RJ Lino sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu pada akhir 2015. Namun, RJ Lino hingga kini belum ditahan.

"Yang jelas sampai saat ini tertunda karena perhitungannya enggak jelas," kata Saut usai memberikan sambutan dalam Rakornas Pendidikan Antikorupsi di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Namun, Saut menyangkal jika hambatan dalam penghitungan ‎kerugian keuangan negara ditenggarai perusahaan Wuxi Huangdong Heavy yang merupakan pelaksana proyek QCC di PT Pelindo II berada di Tiongkok. Saut menegaskan, pihaknya telah bertemu otoritas Tiongkok untuk mengusut kasus tersebut.

"Sudah. Sudah ketemu (dengan otoritas Tiongkok), hanya angkanya (kerugian negara) yang belum ketemu," terangnya.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

(Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi, Ini Harta Kekayaan RJ Lino)

Saut menambahkan, KPK saat ini sedang mewacanakan untuk melakukan penghitungan kerugian keuangan negara sendiri dengan menggandeng ahli dari Institut Tekhnologi Bandung (ITB). Hal itu dilakukan KPK untuk mempercepat penghitungan kerugian negara.

"Ketika sudah ketemu perhitungannya itu dengan model, apakah kita hitung sendiri atau kemudian kita minta ITB atau institusi lain menghitung supaya lebih cepat," katanya.

Seperti diketahui, Richard Joost Lino tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan tiga QCC PT Pelindo II pada anggaran 2010. Dia diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenangnya untuk meperkaya diri sendiri serta koorporasi.

RJ Lino diduga melakukan penunjukan langsung perusahaan asal China, Wuxi Huadong Heavy Machinery Co, Ltd dalam pengadaan tiga QCC yang dianggap sebagai penyalahgunaan wewenang.

Atas perbuatannya, RJ Lino disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini