nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendagri: Kasus Pembuangan E-KTP Murni Tindak Pidana, Tak Terkait Pemilu

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 17:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 10 337 1989293 kemendagri-kasus-pembuangan-e-ktp-murni-tindak-pidana-tak-terkait-pemilu-tnxt6qXI9E.jpg

JAKARTA - Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh melakukan pertemuan tertutup dengan Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto. Mereka membahas beberapa hal terkait kasus yang berkaitan dengan KTP Elektronik (e-KTP).

Beberapa kasus yang dibahas tersebut, yakni penjualan blangko e-KTP secara online, calo yang menawarkan jasa pembuatan duplikat e-KTP, pemalsuan e-KTP di Pasar Pramuka dan penemuan ribuan e-KTP di wilayah Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Zudan mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan data-data terkait kasus tersebut kepada Polri untuk memudahkan penyidikan. Lalu, ia menegaskan kasus-kasus terkait e-KTP itu murni tindak pidana dan tak terkait Pemilu.

"Semua ini murni tindak pidana. Tidak terkait dengan hal-hal kepemiluan. Dan tidak akan mengganggu tahapan pemilu," kata Zudan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018).

Untuk kasus penjualan blangko e-KTP secara online, pelakunya disebut sudah terungkap. Pelaku diduga menjual 10 keping dari toko online dan yang dijual adalah blangko kosong.

Sementara itu untuk kasus calon pembuatan e-KTP secara online juga disebut sudah terungkap pelakunya. Zudan menegaskan tidak ada sistem keamanan yang jebol karena e-KTP yang dipalsukan adalah data yang tidak terkoneksi dengan sistem.

"Nanti dari Polri yang akan menindaklanjuti," imbuhnya.

(Baca Juga: Ribuan E-KTP yang Ditemukan di Duren Sawit Sudah Kedaluwarsa)

Sedangkan untuk kasus e-KTP yang dipalsukan di Pasar Pramuka datanya palsu. Terakhir, kasus penemuan e-KTP yang tercecer di Duren Sawit adalah barang yang sudah dicetak 2011, 2012 dan 2013 atau cetakan lama.

Zudan menduga ribuan e-KTP yang ditemukan di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, dibuang bukan tercecer. Pasalnya ribuan blangko e-KTP tersebut terlihat masih sangat bagus.

"Kami menyebutkan ini adalah e-KTP yang dibuang, bukan tercecer, karena ini sengaja memang dibuang karena karungnya masih bagus, blankonya masih bagus, belum pernah terkena air hujan," tutur Zudan.

"Kalau tercecer kan jatuh tuh di pinggir jalan secara berhamburan, tetapi kalau ini kan diletakkan dalam satu karung dalam satu posisi yang bagus. Dugaan saya ini memang sengaja dibuang. Sekarang kami sedang mendalami, siapa yang buang dan berasal dari mana," sambung Zudan.

Di tempat yang sama, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Agus Nugroho menegaskan ribuan e-KTP yang ditemukan di Duren Sawit merupakan cetakan lama dan sebagian sudah rusak fisiknya.

"Temuan e-KTP di duren sawit, ini sudah dijelaskan tadi oleh pak dirjen. Semua yang ditemukan 2.158 dr 2.158 tersebut, 68 di antaranya sudah rusak fisiknya. Dan e-KTP tersebut adalah produk pembuatan 2011, 2012 dan 2013 yang sudah tidak berlaku lagi. Itulah yang perlu saya garis bawahi. Kami sudah melakukan pendalaman," imbuh Agus.

Bareskrim Polri, lanjut dia, akan bersinergi dengan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur untuk mengusut kasus tersebut. Sejurus dengan itu Polri sudah bekerjasama dengan Kemendagri untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum masyarakat yang menyalahgunakan dokumen negara, terutama e-KTP.

"Bahwa kita akan melakukan tindakan yang tegas terhadap oknum masyarakat terkait tindak pidana penyalahgunaan dokumen negara, terutama masalah e-KtP," ujarnya.

"Saya mengimbau kepada masyatakat tidak tidak terpengaruh dengan penawaran yang menjanjikan kemudahan dalam proses pembuatan e-KTP. Mari kita ikuti aturan dan prosedur yang ada dan sudah digariskan dengan UU yang berlaku dan kemendagri khususnya dukcapil berserta jajarannya," tutup Agus.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini