nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendagri Laporkan Penemuan Sekarung E-KTP di Duren Sawit ke Bareskrim

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 16:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 10 337 1989259 mendagri-laporkan-penemuan-sekarung-e-ktp-di-duren-sawit-ke-bareskrim-mDPAeHmcxo.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah melaporkan temuan sekarung KTP elektronik (e-KTP) di Duren Sawit, Jakarta Timur, ke Bareskrim Polri. Ia pun meminta polisi menangkap pelaku pembuangan e-KTP.

Tjahjo menilai, kasus temuan e-KTP ini didalangi oknum pegawai Kemendagri. Pasalnya, peristiwa serupa juga pernah terjadi di Bogor, Jawa Barat dan sejumlah daerah lainnya di Tanah Air.

"Hari ini sudah resmi dilaporkan ke Bareskrim. Kenapa kami menyampaikan statement baru hari ini? Supaya kepolisian mengusut dan pelakunya sudah ketangkap semua. Baik yang menjual di Lampung, di Pramuka. Sekarang sedang diselidiki siapa yang buang di Duren Sawit. Pasti orang dalam," kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Tjahjo berharap polisi segera mengusut kasus temuan sekarung e-KTP ini. Sehingga, dapat diketahui motif pembuangan e-KTP itu dalam jumlah banyak.

"Tinggal motivasi apa? Politiskah? Ada motivasi kesengajaankah? Sekarang sedang diselidiki kepolisian," ucapnya.

E-KTP Dalam Karung (Ist)

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan akan memecat oknum pegawai Kemendagri yang diketahui 'bermain' dengan kartu tanda pengenal warga di Indonesia itu. Meski demikian, Tjahjo memastikan E-KTP yang ditemukan oleh warga di Duren Sawit itu merupakan kartu lama yang sudah tidak digunakan lagi.

"Kalau sampai ini terbukti oleh kepolisian, (kita) pecat," tegasnya.

(Baca Juga : Usut E-KTP Tercecer di Duren Sawit, Polisi Periksa 10 Saksi)

Tjahjo mengaku khawatir dengan temuan sekarung E-KTP jelang kontestasi Pemilu 2019. Ia menganggap bahaya penemuan e-KTP itu seperti uang palsu karena bisa digunakan untuk kepentingan kontestasi.

"Sama juga nyetak uang palsu. Tidak terkoneksi dengan data induk. Ini hanya jual blangko, orang beli blangko. Kalau itu ada kekhawatiran untuk dapat enggak ada. Ini hanya oknum iseng masalah apa itu aja," tandasnya.

(Baca Juga : Mendagri Lihat Ada Kesamaan Kasus Pembuangan E-KTP di Duren Sawit dan Bogor)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini