nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan E-KTP Ditemukan di Pondok Kopi, DPR: Ini Sabotase atau Keteledoran?

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 09 Desember 2018 12:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 09 337 1988789 ribuan-e-ktp-ditemukan-di-pondok-kopi-dpr-ini-sabotase-atau-keteledoran-X7zF24Wf45.JPG Achmad Boidawi (Okezone)

JAKARTA – Ribuan keping e-KTP ditemukan di area pesawahan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, kemarin. Anggota Komisi II DPR RI, Achmad Baidhowi meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan audit internal terkait kasus tersebut, mengingat ini bukan kali pertama terjadi.

"Kemendegri harus melakukan audit internal terkait kasus ini mengingat bukan pertama kalinya," ujar Baidhowi keapada Okezone, Minggu (9/12/2018).

Melalui audit internal, menurut dia, maka kasus tercecernya e-KTP yang kembali terjadi ini dapat menjadi jelas duduk perkaranya. "Apakah ini sabotase atau keteledoran lainnya?" imbuh politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Baidhowi juga meminta Kemendagri dan pihak terkait memastikan status e-KTP tersebut apakah masih berlaku atau tidak. Jangan sampai kasus ini dipolitisasi menjelang perhelatan pesta demokrasi tahun depan.

E-KTP ditemukan di Pondok Kopi, Jakarta Timur (Istimewa)

"Pastikan status e-KTP tersebut apakah masih berlaku atau status invalid. Memasuki tahun politik, kasus ini akan menarik perhatian bahkan dipolitisasi," tutur dia.

(Baca juga: Penemuan E-KTP Dalam Karung di Duren Sawit, Polisi: Bukan Blangko tapi Ada Nama Jelas Pemiliknya)

Kemendagri, lanjut Baidhowi, harus mengantisipasi tersebarnya hoaks atau informasi palsu terkait kasus penemuan e-KTP ini. Berdasarkan kasus serupa sebelumnya, hoax terkait kasus tersebut kerap berseliweran.

(Baca juga: Disdukcapil DKI Sebut E-KTP dalam Karung di Duren Sawit Milik Warga Pondok Kelapa)

"Tak menutup kemungkinan nanti akan beredar berita editan yang dilebih-lebihkan bahkan menjurus ke arah hoax. Sebelum itu terjadi harus ada antisipasi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," tutupnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini