Dilaporkan Hakim MA, Ketua Komisi Yudisial Penuhi Panggilan Polisi

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 05 Desember 2018 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 05 337 1987095 dilaporkan-hakim-ma-ketua-komisi-yudisial-penuhi-panggilan-polisi-RWnMB4v5ea.jpg Ketua KY (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus menyambangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya terkait laporan sejumlah hakim Mahkamah Agung (MA) atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Juru Bicara KY Farid Wajdi.

Kehadiran Jaja sendiri untuk memenuhi panggilan polisi sebagai saksi dalam kasus tersebut. Namun karena dirinya sedang ada tugas di luar kota, Jaja meminta pihak kepolisian untuk menunda pemeriksaan tersebut.

 Baca juga: KY: OTT KPK di PN Jaksel Adalah Kejadian Berulang, Menyedihkan!

"Tidak diperiksa, karena kebetulan saya mau ke Jember. Saya sebagai Ketua KY dan sebagai warga negara menaati apa yang dimintakan penyidik untuk menghadapi yang sekarang. Tapi karena ada agenda di luar kota sehingga saya tidak memberikan keterangan apapun," kata Jaja di Polda Metro Jaya, Rabu (5/12/2018).

Terkait dengan kasusnya itu, Jaja menilai hal itu masuk ke dalam sengketa pers. Oleh karena itu, pihaknya berpegang teguh pada undang-undang pers dalam menyelesaikan kasus tersebut.

 Baca juga: Hakim Kembali Ditangkap KPK, MA Klaim Rutin Lakukan Pengawasan dan Pembinaan

"Sikap KY tentunya menentukan suatu langkah pandangan ke dewan pers. Makanya itu sengketa pers. Itu yang menjadi pegangan kita," ungkapnya.

Kasus itu bermula ketika Farid menanggapi turnamen tenis yang digelar Persatuan Tenis Warga Pengadilan (PTWP) MA pada 19 September 2018 di sebuah media cetak nasional. Ia mengatakan telah menerima laporan dari hakim di daerah yang mengeluhkan iuran turnamen yang memperebutkan piala Ketua MA itu.

Tidak terima dengan itu, puluhan hakim dari MA kemudian melaporkan Farid dengan surat polisi nomor LP/4965/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum pada Senin (17/9/2018). Pihak kepolisian menyatakan kasus ini sudah masuk tahap penyidikan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini