nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Sebut Korban Pembunuhan KKB sebagai Pahlawan Pembangunan Trans Papua

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 13:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 05 337 1987082 jokowi-sebut-korban-pembunuhan-kkb-sebagai-pahlawan-pembangunan-trans-papua-yYAILDIHqL.jpg Jokowi saat konferensi pers terkait peristiwa pembunuhan para pekerja oleh KKB Papua. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Mengatasnamakan rakyat, bangsa dan negara, Jokowi menyampaikan duka cita yang mendalam bagi keluarga korban pembunuhan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Jokowi menyebut para pekerja jembatan itu sebagai pahlawan pembangunan Trans Papua.

“Mari kita bersama-bersama mendoakan agar para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Jokowi saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Peristiwa ini menurut Jokowi malahan membuat tekad untuk membangun Papua semakin membara. Ia mengatakan sudah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk meneruskan pembangunan jalan di Wamena-Mamugu.

Foto: Fakhrizal/Okezone

“Karena dari Wamena-Mamugu ini terus dibangun 35 jembatan. Jadi tetap harus diselesaikan. Artinya PU jalan terus untuk membangun Tanah Papua atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Jokowi.

(Baca juga: Jokowi: Tidak Ada Tempat untuk KKB di Papua, Kita Tak Akan Pernah Takut!)

Jokowi menambahkan, pembangunan di Papua dilakukan di tengah medan yang sangat sulit, jauh berbeda dari pembangunan di daerah lain. “Geografisnya, cuacanya dengan ketinggian 3.000-4.000 meter di atas permukaan air laut seperti yang kita lihat dari Wamena ke Mamugu sepanjang 278 km, itu ketinggian di atas 3.000, membawa alat beratnya saja ke sana pakai helikopter, membawa aspal juga pakai helikopter,” ujarnya.

Pembangunan yang sulit itulah menurut Jokowi yang harus diketahui masyarakat. Apalagi selain menghadapi medan yang sulit, di titik tertentu juga menghadapi masalah keamanan.

“Ini yang menyebabkan kadang-kadang misalnya sebuah proyek itu harus berhenti dulu, karena alat yang sangat sulit dan kadang-kadang keamanan juga masih perlu perhatian. Sehingga yang bekerja di sana betul-betul bertaruh nyawa,” kata Jokowi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini