nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemuda Papua Kecam KKB Pembunuh Pekerja di Nduga

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 11:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 337 1987046 pemuda-papua-kecam-kkb-pembunuh-pekerja-di-nduga-f4uZTi6J2d.jpg Pembunuhan (ShutterstocK)

JAYAPURA – Aksi pembunuhan puluhan pekerja jembatan di Kabupaten Nduga menuai banyak kecaman dari publik Papua. Kecaman tersebut baik tokoh adat agama hingga pemuda Papua.

Ketua DPD Gerakan Cinta (Gercin) NKRI Alberth Ali Kabiay menyebutkan, aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut adalah bentuk pelanggaran HAM berat.

 Baca juga: Kisah Korban Selamat dari Aksi Penembakan KKB, Pura-Pura Mati untuk Melarikan Diri

“Apa yang dilakukan ini sudah sangat tidak manusiawi, menghilangkan nyawa warga sipil, maka ini adalah pelanggaran HAM berat. Pelakunya harus dihukum setimpal,” kata Alberth, Rabu (5/12/2018).

 Ketua DPD Gerakan Cinta (Gercin) NKRI Alberth Ali Kabiay (Okezone)

Terlebih, korban pembunuhan KKB ini adalah para pekerja jembatan di jalan trans Papua, yang tujuannya untuk memberikan akses pembangunan bagi warga di sana.

“Kami mengutuk tindakan mereka (KKB), kami pemuda Papua meminta pihak TNI-Polri menangkap mereka, dan jangan ada pihak-pihak lain yang coba melindungi kelompok pemberontak ini,” tegasnya.

 Baca juga: KKB Bunuh Pekerja di Papua, Fadli Zon: Jangan Ada Negosiasi Lagi!

Pihaknya juga meminta pemerintah Kabupaten Nduga, untuk tidak takut dengan kelompok tersebut. Pemkab Nduga juga harus memiliki sikap, demi pembangunan di Papua yang lebih baik.

“Jangan tunduk sama mereka (KKB), mereka jelas-jelas membahayakan, maka pemerintah harus punya sikap, tolak keberadaan mereka di Nduga,” ujarnya.

Dirinya juga meminta TNI dan Polri membangun markas Komando di wilayah itu. Tujuannya memberikan rasa aman kepada masyarakat, dan juga turut mengawal program pemerintah.

 Baca juga: Kekejaman KKB Papua: Borgol Pekerja Lalu Ditembaki, yang Lari Digorok

“Saya rasa cukup perlu dibangun markas Komando di wilayah itu, baik, TNI ataupun Polri. Supaya rakyat juga rasa aman, dan pembangunan bisa berjalan baik,” ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini