nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penembakan Brutal KKB di Papua, Moeldoko: Ini Kebiadaban!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 10:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 337 1987010 penembakan-brutal-kkb-di-papua-istana-ini-kebiadaban-qHrlguWnGT.jpg KSP Moeldoko (Foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengutuk keras aksi terorisme yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak mati pekerja dari PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua.

Ia mengatakan bahwa tindakan yang diduga dilakukan oleh kelompok Egianus Kagoya itu sebagai aksi biadab.

"Ini sebuah kebiadaban, kami mengutuk peristiwa itu tidak hanya dilakukan KKB, tapi boleh saya katakan ini gerakan OPM. aksi kriminal tidak seperti itu," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

(Baca Juga: Aksi Penembakan KKB di Papua, TNI: 4 Pekerja Selamat, 2 Masih Belum Ditemukan)

(Baca Juga: Kisah Korban Selamat dari Aksi Penembakan KKB, Pura-Pura Mati untuk Melarikan Diri)

Moeldoko mengimbau tidak ada standar ganda terhadap aksi pembunuhan sadis kepada puluhan pekerja yang tewas itu. Pasalnya, selama ini para aktivis selalu mengkritik pelanggaran HAM kepada aparat penegak hukum di Papua.

"Karena sangat tidak imbang kalau ada sebuah peristiwa kecil yang dijalankan aparat diekspos besar-besaran, tapi 31 nyawa seolah tidak terjadi apa-apa. Ini sungguh tidak imbang," tegasnya.

Ia menegaskan, bila terdapat kelompok dari dalam maupun luar negeri yang mendukung gerakan KKB tersebut maka pemerintah akan menganggap bahwa kelompok tersebut bagian dari kelompok yang dipimpin Egianus Kagoya.

"Agar kita sungguh-sungguh melihat stuasi ini dengan cara yang jernih. Saya mantan Panglima TNI jadi punya emosi seperti ini," tandasnya.

Diberitakan Okezone sebelumnya, salah seorang saksi selamat dari peristiwa penembakan dan pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Jimmy Aritonang, menceritakan upaya ia dan rekannya menyelamatkan diri dari aksi separatis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, Jimmy dan ke-24 lainnya digiring oleh KKB menuju Kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat, pada 1 Desember 2018. Korban dikawal 50 personel KKB.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini