nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Minta Pemerintah Tak Tinggal Diam dengan Aksi Penembakan KKB di Papua

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 09:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 05 337 1986993 dpr-minta-pemerintah-tak-tinggal-diam-dengan-aksi-penembakan-kkb-di-papua-bBrIkTwLth.JPG Kelompok kriminal bersenjata di Papua. (iNews)

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini, meminta negara tak tinggal diam dengan adanya peristiwa penembakan terhadap 31 warga negara Indonesia yang menjadi pekerja proyek pembangunan di Papua.

"Apa salah mereka? Negara tidak boleh tinggal diam. Kejar mereka dan mintakan pertanggungjawaban yang setimpal," kata Jazuli kepada Okezone, Rabu (5/12/2018).

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendukung langkah tegas TNI/Polri melakukan upaya pemulihan kemanan, termasuk menyelamatkan para pekerja yang mungkin masih disandera oleh kelompok separatis. Jazuli juga mendukung penuh upaya aparat TNI/Polri untuk mengejar kelompok sparatis pelaku pembunuhan sampai mereka menyerah.

"Tindak mereka dengan tegas. Nyawa warga negara begitu murah di tangan mereka. Lakukan dengan protap pemberantasan terorisme karena nyatanya mereka terkategori teroris yang menyebarkan teror yang meluas, dengan jumlah korban begitu banyak, mereka juga kerap menyasar aparat dan menyerang objek strategis publik. Bahkan mereka selama ini juga punya motif politik serta mengacaukan keamanan negara khususnya di Papua," tegas Jazuli.

Prajurit TNI membawa peti mati untuk korban penembakan di Papua (Foto: AFP/Getty Images)

Jazuli pun menggolongkan peristiwa ini sebagai aksi terorisme. Aksi seperti ini, lanjutnya, sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pemberantasan Terorisme, tentang definisi terorisme.

Disebutkan dalam undang-undang tersebut terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

(Baca Juga : Kisah Korban Selamat dari Aksi Penembakan KKB, Pura-Pura Mati untuk Melarikan Diri)

Negara, tegas Jazuli, tidak boleh kalah melawan aksi-aksi terorisme seperti yang dilakukan kelompok separatis di Papua.

"Bayangkan para pekerja ini adalah pejuang dan tulang punggung keluarganya. Harus meninggalkan anak, istri, dan keluarga tercinta untuk mencari nafkah di Papua. Untuk itu, pemerintah harus semakin meningkatkan jaminan keamanan bagi warga negara kita di sana," pungkasnya.

(Baca Juga : Aksi Penembakan KKB di Papua, TNI: 4 Pekerja Selamat, 2 Masih Belum Ditemukan)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini