nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penggeledahan Ruang Bupati Jepara, KPK Tetapkan Satu Tersangka

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 19:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 04 337 1986848 penggeledahan-ruang-bupati-jepara-kpk-tetapkan-satu-tersangka-NLscYN6exT.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam sudah menetapkan seorang menjadi tersangka terkait dengan penyidikan yang menyasar pada penggeledahan di ruang kerja dan rumah dinas Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi.

Namun, juru bicara KPK Febri Diansyah belum mau mengungkap siapa pihak yang telah dijadikan tersangka terkait dengan penyidikan dengan kasus baru ini.

"Kasusnya apa, TSK-nya siapa, belum bisa disampaikan karena tim masih perlu melakukan beberapa kegiatan pendahuluan terlebih dahulu. Nanti akan dijelaskan lebih lengkap di konferensi pers," kata Febri di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Di sisi lain, Febri membantah, penggeledahan di Jepara merupakan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

(Baca Juga: Geledah Kantor dan Rumah Bupati Jepara, KPK Angkut 1 Koper Dokumen)

Febri menyebut, alasan pihaknya melakukan operasi penindakan di dua tempat Bupati Jepara itu lantaran penyidik meyakini bahwa di lokasi tersebut terdapat beberapa dokumentasi terkait penyidikan kasus yang dirahasiakan tersebut.

"Karena kami duga di sana ada bukti terkait dengan penyidikan yang sedang dilakukan," tutur Febri.

Dalam penggeledahan tersebut, tim lembaga antirasuah membawa satu koper dan satu dus dari ruangan orang nomor satu di Kabupaten Jepara itu.Namun, dalam hal ini, Agus belum mau berkomentar lebih dalam.

Sekadar diketahui, Ahmad Marzuqi sempat lepas dari jeratan status tersangka kasus dugaan korupsi bantuan keuangan untuk PPP Tahun 2011-2012 oleh Kejati Jateng lalu. Pasalnya, Kejati Jateng sempat menetapkan Ahmad Marzuqi sebagai tersangka pada 16 Juni 2016.

Namun, Pengadilan Negeri Semarang membatalkan status hukumnya lewat praperadilan. Kemudian pada 26 Juli 2017 Kejati Jateng kembali menetapkan Ahmad Marzuqi sebagai tersangka.

Mendapati dirinya kembali menjadi tersangka, Ahmad Marzuqi melawan. Ia kembali mengajukan gugatan praperadilan dan pada tanggal 13 November 2017 hakim PN Semarang memutuskan surat penetapan tersangka tersebut dibatalkan.

Dikabarkan, setelah putusan ini MA juga melakukan penyelidikan atas putusan praperadilan tersebut. Badan Pengawas MA mendatangi PN Semarang untuk memeriksa Hakim Lasito yang memberi putusan dalam praperadilan yang diajukan Marzuqi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini