nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Jepara Terkait Suap Hakim

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 17:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 04 337 1986742 kpk-geledah-ruang-kerja-bupati-jepara-terkait-suap-hakim-XRlD2y4TxQ.jpg Ketua KPK Agus Rahardjo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi penggeledahan di ruangan kerja Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan, operasi itu berkaitan dengan kasus dugaan suap perkara praperadilan kasus bantuan politik (Banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 2011 silam.

"Giat yang ada di Jepara bukan OTT (operasi tangkap tangan). Tapi penggeledahan terkait suap kepada hakim," kata Agus saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Dalam penggeledahan tersebut, tim lembaga antirasuah membawa satu koper dan satu dus dari ruangan orang nomor satu di Kabupaten Jepara itu. Namun, dalam hal ini, Agus belum mau berkomentar lebih dalam.

(Baca Juga: Sepanjang 2005-2018, Ada 19 Hakim Kena Operasi Tangkap Tangan KPK)

Sekadar diketahui, Ahmad Marzuqi sempat lepas dari jeratan status tersangka kasus dugaan korupsi bantuan keuangan untuk PPP Tahun 2011-2012 oleh Kejati Jateng lalu. Pasalnya, Kejati Jateng sempat menetapkan Ahmad Marzuqi sebagai tersangka pada 16 Juni 2016.

KPK

Namun, Pengadilan Negeri Semarang membatalkan status hukumnya lewat praperadilan. Pada 26 Juli 2017, Kejati Jawa Tengah kembali menetapkan Ahmad Marzuqi sebagai tersangka.

Mendapati dirinya kembali menjadi tersangka, Ahmad Marzuqi melawan. Ia kembali mengajukan gugatan praperadilan dan pada 13 November 2017, dan hakim memutuskan surat penetapan tersangka tersebut dibatalkan.

(Baca Juga: KY Segera Sidang 2 Hakim yang Kedapatan Selingkuh dan Terima Suap)

Pasca-putusan ini MA juga melakukan penyelidikan atas putusan praperadilan tersebut. Badan Pengawas MA mendatangi PN Semarang untuk memeriksa Hakim Lasito yang memberi putusan dalam praperadilan yang diajukan Marzuqi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini