nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dituding Hina Soeharto, Ahmad Basarah Dipolisikan

Antara, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 01:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 04 337 1986453 dituding-hina-soeharto-ahmad-basarah-dipolisikan-Xl96jlbD7b.jpg Ahmad Basarah dilaporkan ke Bareskrim Polri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan anggota DPR RI, Anhar melaporkan Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ahmad Basarah ke Bareskrim Mabes Polri atas ucapan Ahmad yang dinilai telah menghina Presiden ke-2 RI, mendiang Soeharto.

"Kami melaporkan Ahmad Basarah atas ucapan beliau yang menyatakan bahwa Soeharto sebagai guru korupsi. Kami sangat terpukul, mengingat Soeharto bagi kami adalah tokoh bangsa, guru bangsa, bapak pembangunan," kata Anhar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (3/12/2018) malam.

Anhar yang merupakan mantan anggota DPR periode 2004-2009 dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) ini mengatakan bahwa tuduhan Ahmad tidak berdasar karena tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan Soeharto bersalah.

"Sampai hari ini belum ada satu putusan pengadilan yang menyatakan Pak Harto bersalah," katanya.

Pihaknya pun menyesalkan pernyataan Ahmad karena sebagai Wakil Ketua MPR, tidak sepantasnya melontarkan ucapan seperti itu. Ia pun menambahkan, pelaporannya ini tidak terkait dengan pencapresan Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Tidak ada kaitannya (dengan pencapresan Prabowo)," tegasnya.

Menurutnya, laporan yang dilayangkan murni karena ia mengagumi Soeharto sehingga merasa jengkel jika tokoh yang dikaguminya dijelek-jelekkan oleh orang tak bertanggung jawab. Laporan Anhar tersebut terdaftar dengan laporan polisi nomor LP/B/1571/XII/2018/Bareskrim tertanggal 3 Desember 2018.

Bareskrim

Dalam laporan tersebut, Ahmad Basarah diduga telah melakukan tindak pidana penghinaan dan menyebar berita bohong sebagaimana diatur dalam Pasal 14 juncto Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dan Pasal 156 KUHP.

Anhar turut menyertakan sejumlah barang bukti untuk diserahkan ke penyidik Bareskrim, diantaranya foto kopi kliping berita media daring yang memuat berita pernyataan Ahmad Basarah. Pihaknya pun berharap polisi segera menindaklanjuti laporannya.

Polemik ini sebenarnya berawal dari Ahmad Basarah yang juga merupakan Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan yang menyebut bahwa maraknya korupsi di Tanah Air dimulai sejak era Presiden ke-2 RI, Soeharto. Ahmad pun menyebut Soeharto sebagai guru korupsi di Indonesia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini