nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terima 1.054 Laporan, Ombudsman Beberkan Masalah terkait CPNS 2018

Putri Rahmadanti, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 03 337 1986130 terima-1-054-laporan-ombudsman-beberkan-masalah-terkait-cpns-2018-L3vvpU9IxW.jpg Laode Ida (Foto: Putri Rahmadanti/Okezone)

JAKARTA – Ombudsman Republik Indonesia menemukan banyaknya permasalahan yang berpotensi maladministrasi selama pelaksana seleksi CPNS 2018. Pasalnya, terdapat 1.054 laporan yang telah diterima.

Dari laporan Ombudsman, paling banyak terjadi pada tahapan seleksi administrasi yang mencapai 949 laporan. Laporan yang diterima dalam seleksi tersebut kebanyakan soal pengiriman berkas fisik ke instansi yang dilamar. Padahal, seleksi CPNS telah menggunakan sistem online.

 Baca juga: Pemerintah Galakkan Penyandang Disabilitas Jadi PNS

Selain itu, Ombudsman juga menemukan permasalahan instansi penyelenggara yang tidak menyebutkan persyaratan secara jelas dan spesifik. Contohnya pada formasi penghulu, hanya mencantumkan kualifikasi pendidikan S-1 hukum Islam, tanpa menyebutkan bahwa formasi tersebut dikhususkan untuk calon peserta laki-laki.

 CPNS (Okezone)

"Ada beberapa kasus yang ditemukan, misalnya soal formasi tentang KUA (formasi penghulu), itu yang pertamanya kan harus laki-laki, kedua harus Islam. Nah, itu ternyata di dalam syarat-syarat tidak tertera seperti itu," ujar Komisioner Ombudsman RI Laode Ida, di kantornya, Jakarta, Senin (3/12/2018).

 Baca juga: 30% PNS di Indonesia Bekerja "Semau Gue", Tak Beri Manfaat untuk Masyarakat

Masalah lain, lanjutnya, berada di tahap administrasi yang tidak jelas penentuan istilah dalam rumpun keilmuan. Hal ini membuat peserta yang seharusnya memenuhi syarat sesuai formasi yang dibutuhkan menjadi tidak diloloskan pada tahap ini.

"Ada kasus yang menarik, di Sulawesi Tenggara itu ternyata data yang diumumkan terindikasi sebagian adalah mereka yang tidak lolos SKD (seleksi kompetensi dasar), karena ada perubahan nama, apalagi yang diumumkan berdasarkan alfabet ini," ungkapnya.

 Baca juga: Jusuf Kalla: Cita-Cita Menjadi PNS Peluangnya Kecil Sekali

Terkait dengan seleksi kompetensi bidang (SKB) yang berlangsung Desember ini, Loude berpesan agar tidak ada penyalahgunaan kewenangan di daerah melalui oknum-oknum pejabat yang menangani tahapan itu.

"Jangan sampai ada penyalahgunaan kewenangan di daerah atau instansi berwenang melalui oknum-oknum pejabat yang menangani itu," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini