Share

Habib Bahar Tolak Minta Maaf, Timses Jokowi Serahkan pada Proses Hukum

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Senin 03 Desember 2018 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 03 337 1986069 habib-bahar-tolak-minta-maaf-timses-jokowi-serahkan-pada-proses-hukum-q4ewuCua3c.jpg Habib Bahar bin Smith (Foto : Instagram)

JAKARTA – Habib Muhammad Bahar bin Smith menolak meminta maaf kepada Joko Widodo (Jokowi) terkait ceramahnya yang dianggap telah menghina Presiden. Habib Bahar diminta untuk mengikuti proses hukum yang menjeratnya, sebagai tindak lanjut pelaporan terhadapnya karena ceramahnya itu.

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq mengatakan, Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, pihaknya menghormati dan menyerahkannya pada proses hukum.

"Ini negara hukum. Semua proses hukum harus dihormati," ujarnya kepada Okezone, Senin (3/12/2018).

Ia pun menyayangkan ceramah Habib Bahar bin Smith yang berujung laporan kepada kepolisian tersebut. Menurutnya, sebagai tokoh agama, Habib Bahar bin Smith seharusnya dapat santun dalam bersikap dan berbicara.

"Para dai harus lebih mengedepankan sikap santun dalam bertindak dan bertutur karena ucapan kasar penuh kebencian tidak pernah dicontohkan Rasulullah," ucap politikus PKB tersebut.

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Maman Immanulhaq. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Sebelumnya diketahui, Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi lantaran isi ceramahnya saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Batu Ceper, Tangerang, pada 17 November 2018.

Dalam video yang dilaporkan ke polisi berdurasi 60 detik itu, Habib Bahar dianggap menghina Jokowi karena menyebut kepala negara tersebut banci.

Dalam Reuni Akbar Alumni 212, Habib Muhammad Bahar bin Smith mengaku tak gentar jika ceramahnya yang menyinggung Jokowi dilaporkan ke Bareskrim Polri.

(Baca Juga : Habib Bahar bin Smith Tolak Minta Maaf, Golkar: Biar Hukum yang Memutuskan)

"Kenapa saya katakan ‘Presiden banci’, makanya jangan dipotong-potong ceramah saya. Kenapa ketika aksi 411, jutaan umat Islam, habib, ulama menemui Jokowi untuk minta keadilan penista agama justru ulama diberondong gas air mata dan Presidennya kabur," kata Bahar.

Dia pun menolak meminta maaf kepada Jokowi dan siap bertanggung jawab dengan pernyataanya, apa pun risikonya.

"Saya lebih memilih busuk di dalam penjara, Allahuakbar. Kalau saya ditangkap, berjanjilah, jangan pernah kalian padamkan api perjuangan. Siap teruskan perjuangan? Siap teruskan perjuangan? Allahuakbar," pungkas Bahar.

(Baca Juga : Habib Bahar Ngaku Belum Terima Surat Panggilan Polisi)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini