Share

DELIK RCTI: Awas Setan Kredit

Muhamad Rizky, Okezone · Minggu 02 Desember 2018 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 02 337 1985781 delik-rcti-awas-setan-kredit-g7x1Em8VKX.jpg Delik RCTI: Awas Setan Kredit (foto: Ist)

MENGAKSES pinjaman saat ini semakin mudah dengan perkembangan teknologi. Salah satu industri yang tengah marak berkembang adalah Financial Technology atau yang dikenal dengan sebutan Fintech.

Kini ratusan aplikasi online berlomba-lomba memfasilitasi masyarakat untuk menawarkan dana pinjaman.

Namun sebaiknya berhati – hatilah, kemudahan pinjaman online bisa memudahkan namun bisa juga menjadi bumerang. Denda dan bunga tinggi sudah menanti saat kreditur menunggak pembayaran.

(Baca Juga: Delik RCTI: Teror Debt Collector) 

Selain denda dan bunga yang tinggi, Seorang kreditur bernama Desi juga mendapatkan perlakukan tak menyenangkan dari juru tagih pinjaman online. Desi juga pernah menerima pelecehan dari pinjaman online yang diluar akal sehat.

Untuk itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan/ OJK , telah mendata dan mengumumkan, total penyelenggara fintech yang terdaftar dan berizin per Oktober 2018, yakni sebanyak 73 perusahaan.

Nasabah seringkali terjebak aturan bunga tinggi yang ditetapkan sepihak oleh penyelenggara fintech. Akibatnya, nasabah kesulitan melakukan pengembalian dan berdampak pada hutang yang kian menggunung.

(Baca Juga: Stress Hadapi Debt Collector? Ini Hak Nasabah) 

Sayangnya, pihak OJK sebagai pemegang regulasi justru terkesan lepas tangan dan menyerahkan ketetapan bunga pinjaman pada mekanisme pasar. Jika semua dikembalikan kepada asosiasi, maka apa tugas dan fungsi ojk ? Padahal tugas dan fungsi ojk adalah mengatur, mengawasi juga melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Tren pinjaman online nyata-nyata telah menjerat masyarakat yang kebanyakan berasal dari kalangan ekonomi lemah. Selain menjadi target pasar potensial dari bisnis ini, mereka juga minim perlindungan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini