Share

Ketum GNPF Ulama: Saya Bersumpah Reuni 212 Bukan untuk Dukung Prabowo

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 01 Desember 2018 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 01 337 1985504 ketum-gnpf-ulama-saya-bersumpah-reuni-212-bukan-untuk-dukung-prabowo-w1XTBqdoan.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak diminta bersumpah, bahwa reuni 212 bukan gerakan yang didesain untuk mendukung capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Permintaan sumpah itu disampaikan Koordinator Eks 212 Razman Arief Nasution dalam acara MNC Trijaya 'Sebera Gereget 212' di D'consulate Resto dan Louge, Jakarta, Sabtu (1/11/2018).

"Apakah Anda berani bersumpah bahwa reuni 212 tak untuk dukung Prabowo? Karena ada dugaan ke arah sana. Anda kan sering keluar masuk rumah Prabowo," kata Razman saat berdebat dengan Yusuf Martak.

"Saya berani bersumpah reuni 212 bukan untuk mendukung Prabowo," balas Yusuf Martak.

 (Baca juga: Habib Rizieq Akan Berikan Ceramah Live ketika Reuni Alumni 212 Besok)

aksi

Sebelumnya Razman kecewa karena perjuangan Aksi Bela Islam 212 sudah tak lagi sesuai dengan khittahnya. Ia pun menilai reuni 212 itu merupakan gerakan politik untuk mendukung penantang petahana.

Razman yang juga caleg dari PKB itu mengklaim bahwa dirinya juga aktivis 212 yang turut berjuang memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menistakan agama Islam.

"Bahkan saya datang ke Balai Kota ingin mengajak duel Ahok karena menghina teman saya yang pengacara," klaimnya.

(Baca juga: Penyelenggara Reuni 212 Batal Undang Jokowi karena Masukan Habib Rizieq)

Menurut pengacara yang juga pernah menjadi narapidana ini seharusnya reuni 212 sudah tak perlu lagi dilakukan. Pasalnya, target dari aksi 212 sudah tercapai dengan mengadili Ahok yang menistakan agama Islam.

"Sekarang berkumpul karena apa? Prosedur hukum ini sudah dilalui. Ini gerakan moral yang terindikasi mendukung Prabowo-Sandi," tandasnya. (wal)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini