nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Kasus Kerusuhan dan Napi Kabur dari Lapas, Nomor Terakhir Ulah WNA

Gimas Siskamayanti, Jurnalis · Sabtu 01 Desember 2018 07:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 01 337 1985369 3-kasus-kerusuhan-dan-napi-kabur-dari-lapas-nomor-terakhir-ulah-wna-6r00J3r8AW.jpg Ilustrasi.

JAKARTA - Sejumlah kasus kerusuhan di lembaga pemasyarakatan (lapas) yang berujung kaburnya narapidana beberapa kali terjadi di Indonesia.

Hal itu tentu menjadi preseden negatif bagi pengawasan petugas lapas. Banyak pihak menduga sejumlah kejadian tak lepas dari longgarnya keamanan di lapas.

Berikut rangkuman sejumlah kerusuhan berujung napi kabur dari lapas:

Kerusuhan Lapas di Banda Aceh

113 napi yang ditempatkan di Lapas Kelas IIA Lambaro, Aceh Besar melarikan diri dengan menjebol ruang utama dan memukul sipir yang ada di parkiran. Para napi kemudian keluar melalui jendela depan dan pagar belakang. Peristiwa tersebut terjadi sekira Pukul 19.00 WIB atau usai Salat Magrib, Kamis 29 November 2018.

Para napi melarikan diri sambil melempari botol yang berisi air cabai ke petugas lapas.

Lapas Banda Aceh pasca-kerusuhan.

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengatakan, salah satu penyebab terjadinya kerusuhan di Lapas Banda Aceh karena kelebihan muatan. “Ya memang kapasitasnya 300, sementara hunian 700 sebenarnya kan over capacity, fenomena nasional. Jadi, sebenarnya harus dievaluasi secara total model pembinaannya,” kata Nasir.

(Baca juga: Pengawasan Lemah Dinilai Jadi Pemicu Kaburnya 113 Napi Lapas Banda Aceh)

Menurut Nasir, diperlukan adanya evaluasi dan investigasi dari pihak-pihak terkait seperti Kementrian Hukum dan HAM agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Aceh, Agus Toyib mengatakan, kasus ini murni keinginan napi yang tak mau dihukum. "Naluri orang tidak ingin dihukum, mereka tidak ingin berada di dalam. Sehingga saat ada kesempatan dan kelengahan pegawai, dimanfaatkan oleh mereka," kata dia.

Dia menjelaskan, napi yang kabur rata-rata tersandung kasus narkoba.

Kerusuhan Lapas di Pekanbaru

Ratusan tahanan di Lapas Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau kabur akibat kapasitas penghuni lapas yang melebihi batas dan maraknya praktek pungutan liar oleh oknum petugas.

(Baca juga: Was-Was Selama Jadi Buronan, Napi Lapas Sialang Bungkuk Menyerahkan Diri)

Sebanyak 118 narapidana di rumah tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru, Riau hingga saat ini belum tertangkap.

Napi Lapas Krobokan Denpasar Kabur

Napi Lapas Kerobokan Klas II A Kota Denpasar kabur pada 19 Juni 2017 sekira Pukul 08.00 Wita dengan melewati lubang yang dijadikan sebagai jalur pelarian.

Lubang berukuran 50x75 sentimeter dan panjang gorong-gorong 15 meter tembus ke arah barat menuju Jalan Mertanadi, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Diketahui keempat napi yang kabur merupakan Warga Negara Asing (WNA). Mereka adalah Shaun Edward Davidson alias Eddie Lonsdale alias Michael John Bayman Bin Eddu asal Australia. Napi asal Australia itu melanggar Tindak Pidana Keimigrasian UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Ilustrasi.

Menurut Kepala Lapas Kerobokan, Tonny Nainggolan, selain warga Australia, ada juga napi Bulgaria bernama Dimitar Nikolov Iliev (43). Dia telah melanggar tentang UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang.

Napi ketiga ada Sayed Mohammed Said (31) asal India. Dia telah melanggar Pasal 113 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan mulai ditahan 10 September 2015.

Napi keempat dari Malaysia yaitu Tee Kok King Bin Tee Kim Sai. "Napi yang dari Malaysia ini juga terkena kasus narkoba. Mereka kabur tadi pagi. Kami mengetahuinya saat apel pagi," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini