nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Napi Lapas Banda Aceh Manfaatkan Salat Magrib untuk Kabur

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 18:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 30 337 1985160 napi-lapas-banda-aceh-manfaatkan-salat-magrib-untuk-kabur-yES1sSwxbO.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Sebanyak 113 narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banda Aceh di Lambaro kabur. Polisi baru menangkap 26 napi, sementara 87 lainnya masih buron.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, para napi menggunakan ibadah Salat Maghrib untuk melarikan diri.

Seratusan napi itu juga sengaja berteriak-teriak untuk memancing keributan dan melemparkan botol berisikan cairan cabai kepada Kalapas di kawasan masjid.

"Sekitar pukul 18.30 WIB saat salat maghrib, terjadi keributan yang menyebabkan adanya pelarian," kata Sri Punguh di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

lapas

 (Baca juga: Komisi III DPR Endus Kejanggalan di Balik Kaburnya 113 Napi Lapas Banda Aceh)

(Baca juga: Puluhan Napi Lapas Banda Aceh Kabur, Keluarga: Pak Anak Saya Ada Gak?)

Sri Punguh menerangkan, bahwa sebanyak 726 napi berada di Lapas Banda Aceh saat keributan di sana. Namun yang melaksanakan salat hanya sekitar 300 orang.

Ia pun menyayangkan para napi memanfaatkan ibadah salat untuk melancarkan aksi kaburnya dari lapas. Apalagi mereka melakukan perlawanan kepada sipir yang jumlahnya hanya 12 orang.

"Ini sebenarnya kebijakan yang diberikan oleh Kepala Lapas atas permohonan dari berbagai pihak bahwa untuk Salat Maghrib diberi kesempatan untuk berjamaah, ternyata ada yang ribut dan dimanfaatkan melakukan perlawanan kepada pegawai," tandasnya.

 lapas

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini