nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Tahun Pemerintahan Jokowi "Banting Tulang" Perbaiki Pondasi Ekonomi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 29 November 2018 21:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 29 337 1984789 4-tahun-pemerintahan-jokowi-banting-tulang-perbaiki-pondasi-ekonomi-YTAHb7SeS9.png Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)

JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terus berupaya membangun pondasi-pondasi perekonomian. Bahkan, hal tersebut sudah dilakukannya sejak awal pemerintahannya, atau empat tahun lalu.

Menurut Jokowi, semua yang telah dilakukannya itu hasilnya tidak instan. Banyak hal yang harus dilalui walau sakit.

“Memang kadang-kadang apa yang kita kerjakan hasilnya tidak instan. Hasilnya tidak langsung kita nikmati. Itulah pil kadang-kadang pahit, kadang-kadang sakit," ujar Jokowi, Kamis (29/11/2018).

Namun, itu adalah pilihan yang harus dilewati agar bisa menjadi bangsa yang sehat produktif, kompetitif dan efisien. Di awal pemerintahan, Jokowi menceritakan, harga komoditas anjlok, mulau dari batu bara, karet, sawit dipengaruhi ekonomi dunia.

(Baca Juga: Jokowi Minta ASN Jadi Agen Transformasi untuk Tingkatkan Kualitas SDM)

Jokowi

Jokowi terus berupaya memperbaiki struktur fiskal, dari yang konsumtif ke produktif. Seperti mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk dialihkan ke hal lebih produktif, seperti pembangunan infrastruktur jalan, bandara, dan pelabuhan.

Pembangunan juga terus digenjot pemerataannya agar tidak Jawa sentris, melainkan menjadi Indonesia sentris. Kemudian, Jokowi memangkas berbagai regulasi yang dianggap berbelit-belit.

Contohnya untuk izin urusan pembangkit tenaga listrik, dari 258 izin dipangkas menjadi 58. Kendati Jokowi masih menilai tahapan izin tersebut masih terlalu banyak.

(Baca Juga: Hadapi Perubahan Politik-Ekonomi, Jokowi Minta TNI Buat Strategi Pertahanan Keamanan)

Jokowi

Persoalan menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan, dalam empat tahun gini rasio turun dari 0.41 menjadi 0.38. Sejurus dengan kemiskinan turun dari 11,2% menjadi 1 digit atau 9,8%.

“Ini memang tidak bisa langsung melompat karena dulu proses gini rasio ini semakin membesar juga proses jangka panjang. Menurunkan juga membutuhkan proses protes dan juga memerlukan waktu,” tuturnya.

Ada pula Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta Dana Desa. Setidaknya untuk Dana Desa saja sudah Rp187 triliun digelontorkan.

Upaya Jokowi dalam mengikis angka kemiskinan tak berhenti di situ, Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak terbebani oleh bunga tinggi. Sebelumnya 22-23 persen, kini ditambah subsidi bunganya menjadi 7%. Sehingga bisa dinikmati usaha mikro, usaha kecil.

Di pondok pesantren, pemerintah juga mendirikan Bank Wakaf Mikro. Meski baru ada 30 an bank wakaf, pemerintah berupaya membangun ekonomi umat.

Pembangunan sumber daya manusia akan menjadi fokus pemerintah Jokowi ke depan. Menurutnya, 260 juta penduduk Indonesia merupakan potensi dan kekuatan. Sehingga harus ditingkatkan kualitasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini