nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KNKT Akui Butuh Peralatan Canggih untuk Temukan CVR Lion Air JT-610

Arsan Mailanto, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 00:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 27 337 1983736 knkt-akui-butuh-peralatan-canggih-untuk-temukan-cvr-lion-air-jt-610-Va3PKECMBt.jpg Serpihan Lion Air (Foto: Arif/Okezone)

PANGKALPINANG - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengakui, jika pihaknya membutuhkan sejumlah peralatan canggih untuk bisa melanjutkan pencarian terhadap cockpit voice recorder (CVR). Sebab CVR merupakan bagian penting dari black box Lion Air JT-610.

Untuk mempermudah proses pencarian CVR milik pesawat tersebut, rencananya sebagian peralatan canggih bakal didatangkan langsung dari luar negeri.

Ketua Sub Divisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT dan Ketua Tim Investigasi Musibah Lion Air JT-610, Nurcahyo Utomo menyatakan upaya pencarian CVR, karena itu bagian penting dari black box Lion Air JT-610. Durasinya masih terus berlanjut hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kendati KNKT telah mengerahkan sejumlah peralatan canggih termasuk ping detector, namun upaya itu masih belum membuahkan hasil yang maksimal.

Maka dari itu kata Nurcahyo untuk melanjutkan upaya pencarian, KNKT membutuhkan sejumlah peralatan canggih lainnya berupa kapal yang dilengkapi kemampuan bertahan pada satu koordinat tanpa bantuan jangkar.

"Serta kapal yang memiliki crane besar yang mampu mengangkat benda berdimensi besar dan berbobot berat," ungkapnya kepada para awak media kala pertemuan tertutup antara KNKT dan keluarga korban Lion JT-610 di Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Selasa (27/11/2018).

Lion Air

Baca Juga: Bagaimana Perkembangan Investigasi Pesawat Lion Air JT-610?

Selain itu, lanjutnya KNKT juga membutuhkan perlengkapan peralatan selam dan personil penyelam yang memiliki kemampuan menyelam cukup lama. Serta alat penyedot lumpur untuk memindahkan lumpur dari lokasi pencarian, agar seluruh material maupun body parts yang mungkin masih tertimbun lumpur dapat dievakuasi.

"Pencarian CVR akan terus dilakukan, kita butuh kapal yang sesuai memiliki crane dengan gaya angkat yang cukup. Kita butuh alat selam yang orangnya bisa bertahan lama dalam air saat menyelam, kita butuh alat sedot lumpur sehingga lumpur di sekitar lokasi dapat dipindahkan," papar Nurcahyo.

Sehingga, kata dia benda apapun itu atau body parts yang selama ini tertimbun lumpur akan terlihat dan terakhir KNKT butuh kapal yang bisa berhenti di satu titik, tidak bergeser tanpa jangkar karena di dekat lokasi kecelakaan ini ada pipa bahan bakar milik Pertamina.

"Karena kalau pakai jangkar, maka dikhawatirkan akan merusak pipa milik Pertamina tersebut. Maka dari itu peralatan-peralatan canggih ini sedang diupayakan untuk didatangkan ke lokasi kejadian. Salah satunya kapal yang mampu bertahan di satu titik koordinat itu milik Singapura yang dalam waktu dekat akan segera memperkuat armada pencarian," ia menuturkan.

Mengenai keterlibatan negara asing, Ketua Sub Divisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT dan Ketua Tim Investigasi Musibah Lion Air JT-610 tersebut menegaskan, bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap bantuan asing yang memang memiliki kompetensi dan berhak terlibat didalam proses pencarian. Seperti halnya keterlibatan Amerika Serikat (AS), selaku negara asal perusahaan Boeing yang memang memiliki kewajiban untuk terlibat dalam proses evakuasi Lion Air JT-610.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini