nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinjau Lembaga Konservasi Ancol, Perwakilan KLHK Beri Nama 'Hero' ke Bayi Lumba-Lumba

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 16:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 27 337 1983550 tinjau-lembaga-konservasi-ancol-perwakilan-klkh-beri-nama-hero-ke-bayi-lumba-lumba-edwEziKKEe.jpg Bayi lumba-lumba di Ancol (Foto: PT Taman Impian Jaya Ancol)

JAKARTA - Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia diwakili oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Ir. Wiratno, M.Sc, meninjau Lembaga Konservasi PT Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) sekaligus memberikan nama kepada bayi lumba-lumba yang baru lahir pada 10 November 2018 lalu di Ocean Dream Samudra Ancol. Kegiatan ini dilakukan di sela-sela agenda Musyawarah Nasional Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia 2018 pada Senin 26 November 2018.

Keberhasilan Captive Breeding pada Lumba-lumba Hidung Botol (Tursiops aduncus) LK PT Taman Impian Jaya Ancol ini merupakan kelahiran yang ke-11 pada 10 tahun terakhir dari Induk yang bernama Fitri dan Pejantan yang bernama Rio. Pasangan tersebut sudah disatukan sejak 16 November 2017. Tanda kehamilan dilihat dengan mendeteksi kadar progesterone sejak 29 Desember 2017, yakni dengan kadar progesterone di dalam darah 9,94 ng/ml yang kemudian terus meningkat. Pengambilan darah ini dilakukan setiap bulan. Kemudian didukung dengan melakukan USG untuk melihat perkembangan kondisi janin.

Bayi lumba-lumba tersebut diberikan nama HERO karena lahirnya bertepatan dengan Hari Pahlawan. Selain memberikan nama kepada bayi lumba-lumba, Wiratno beserta rombongan juga meninjau kondisi bayi dugong yang diselamatkan pada 25 Oktober 2018 lalu dari tangkapan nelayan di daerah Banten.

ancol 

Bayi Dugong tersebut saat ini masih mendapatkan perawatan intensif oleh tim Konservasi Ancol di fasilitas karantina Sea World Ancol. nantinya Dugong yang telah direscue, direncanakan akan di lepas liarkan kembali ke alam, setelah kondisinya kembali pulih dan dinyatakan mampu beradaptasi di lingkungannya.

Hal ini merupakan salah satu fungsi dari lembaga konservasi PT TIJA untuk melakukan penyelamatan dan perawatan agar hewan tersebut dapat dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Keberhasilan evakuasi/penyelamatan bayi dugong ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang aktif melapor dan dengan sukarela menyerahkan, respon cepat dari Direktorat KKH dan koordinasi yang baik antara LK PT. TIJA, Balai Besar KSDA Jawa Barat dan Balai KSDA Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Manajemen PT TIJA mengatakan bahwa kunjungan KLHK merupakan bentuk perhatian yang sangat baik terhadap aktivitas konservasi yang dilaksanakan oleh LK PT TIJA. Dalam kunjungannya, Wiratno juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak Ancol yang telah berhasil menyelamatkan bayi dugong dan merawatnya dengan baik. Diharapkan dapat menjamin kelestarian biota mamalia laut ini.

Peninjauan diakhiri di Sea World Ancol dengan seremoni penandatanganan akte bagi bayi lumba-lumba kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini