Share

Kasasi Buni Yani Ditolak, PA 212 Tuding MA Berpolitik

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 26 November 2018 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 26 337 1983113 kasasi-buni-yani-ditolak-pa-212-tuding-ma-berpolitik-loVH4ytiKL.jpg Buni Yani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) menolak dengan perbaikan permohonan kasasi terpidana kasus dugaan pelanggaraan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani. Dengan demikian, Buni tetap dihukum 18 bulan penjara. 

Merespons itu, Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menduga MA sudah berpolitik. Sebab, kasus Buni Yani ini diklaim penuh dengan keganjilan.

"Jelas-jelas MA sudah satu rangkaian atas ketidakadilan yang dilakukan oleh rezim ini, apalagi berada di tahun politik yang sangat diduga bahwa MA sudah berpolitik," ujar Novel kepada Okezone, Senin (26/11/2018).

(Baca Juga: Mahkamah Agung Tolak Kasasi Buni Yani)

Novel mengibaratkan kasus Ahok dan Buni Yani seperti orang yang meneriaki pencuri, tetapi orang tersebut yang justru ditangkap, bukan pencurinya.

"Aneh sekali rezim ini," tandas dia.

Buni Yani

Dalam perkara bernomor 1712 K/PID.SUS/2018 itu diadili oleh Sri Murwahyuni selaku ketua majelis dengan dua hakim anggota yaitu MD Pasaribu dan Eddy Army. Putusan ini telah diketuk palu pada Kamis, 22 November 2018 pekan lalu.

(Baca Juga: Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Perjalanan Panjang Kasus Buni Yani)

Buni Yani ditetapkan tersangka sejak November 2016 silam lantaran menyunting video pidato Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu yang menyinggung Surah Al Maidah Ayat 51. Buni Yani mengubah video pidato Ahok dengan menghapus kata 'pakai' kemudian mengunggahnya ke media sosial Facebook.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini