nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari PNS hingga Sopir Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Pakpak Bharat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 26 November 2018 10:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 26 337 1982793 dari-pns-hingga-sopir-diperiksa-kpk-terkait-korupsi-bupati-pakpak-bharat-RlHsMrlKDg.jpg KPK Ilustrasi (Okezone)

KPK Periksa Tujuh Saksi untuk Tersangka Bupati Pakpak Bharat

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh saksi terkait kasus ‎dugaan suap sejumlah proyek di Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuh saksi ini akan diperiksa untuk proses penyidikan Remigo Yolando Berutu (RYB).

Ketujuhnya yakni, lima Pegawai Negeri ‎Sipil (PNS) Togap PandapotanTambunan, Mangaraja P Simamora, Sukardi Purba alias Tumpal alias Tabes, Gugung Banurea, dan Rudiyar Simbiring. Kemudian, seorang sopir, Jonsen Sinamo dan pihak swasta Dedy Dharma PML.

 Baca juga: Polda Sumut Periksa 6 Penyidik terkait Kasus Istri Bupati Pakpak Bharat

"Tujuh saksi tersebut akan diperiksa untuk tersangka RYB‎," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (26/11/2018).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka penerima suap sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat. Ketiganya yakni, Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu (RYB); Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK); dan pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

 Baca juga: KPK Tetap Usut Aliran Suap Bupati Pakpak Bharat yang Dipakai untuk Kasus Istrinya

Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta dari sejumlah proyek di wilayahnya. Uang Rp550 juta tersebut diterima Remigo dalam tiga ‎tahapan melalui pihak perantara. David Anderson dan Hendriko Sembiring diduga sebagai perantara suap untuk Remigo.

 Bupati Pakpak Bharat (Okezone)

Remigo diduga menggunakan uang suapnya untuk kepentingan pribadi serta guna mengamankan kasus yang menjerat istrinya di penegak hukum lain di Medan. KPK masih mengembangkan perkara ini terhadap pihak-pihak yang diduga memberikan suap untuk Bupati Pakpak Bharat.

 Baca juga: Polri Akan Koordinasi dengan KPK soal Aliran Suap Bupati Pakpak Bharat

Atas perbuatannya, Remigo, David, Hendriko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.‎

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini