nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Gelar Kehormatan yang Diperoleh Presiden Jokowi

Witri Nasuha, Jurnalis · Senin 26 November 2018 07:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 25 337 1982657 6-gelar-kehormatan-yang-diperoleh-presiden-jokowi-gRectzQR9C.jpg

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Widodo mendapat gelar kehormatan dari masyarakat adat Komering, Sumatera Selatan, pada Minggu (25/11/2018).

Jokowi mendapat gelar Raja Balaq Mangkunegara, sedangkan Ibu Iriana mendapat gelar Ratu Idoman oleh masyarakat adat Komering. Pemberian gelar ini langsung dinobatkan oleh Haji Romli selaku Pemangku Adat Majelis Tinggi Komering di Griya Agung, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Selain mendapat gelar dari masyarakat adat Komering, selama menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia, Jokowi kerap kali mendapat gelar adat lainnya ditengah kunjungan kerjanya dibeberapa daerah.

Berikut gelar adat yang pernah didapatkan oleh Presiden Jokowi:

1. Gelar Bangsawan Kesultanan Deli

Presiden Joko Widodo mendapat gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli. "Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri" dinobatkan kepada Presiden Jokowi di Istana Maimun pada 7 Oktober 2018 lalu.

Gelar yang diberikan kepada Presiden Jokowi memiliki makna sebagai pemimpin yang baik dan mampu mengembuskan tiupan angin segar ke seluruh pelosok Indonesia. Pemberian gelar ini, dikarenakan Kesultanan Deli menganggap Jokowi mampu menyelesaikan masalah yang muncul.

2. Gelar Kapiteng Lau Pulo

"Kapiteng Lou Pulo" merupakan gelar adat yang diterima Presiden Jokowi saat menghadiri puncak acara Mappanretasi yang digelar di pesisir Pantai Pangatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada 7 Mei 2017 silam.

Presiden Jokowi mendapatkan gelar ini setelah menerima pengalungan kain adat dan penyematan ikat pinggang sebagai salah satu bagian penobatan oleh Ketua Lembaga Adat Tanah Bumbu Burhansyah.

Gelar yang diberikan kepada Jokowi sebagai tanda ungkapan terima kasih karena telah melestarikan dan menjaga sumber daya laut di Tanah Air.

3. Gelar Binji Nagara Madafolo

Saat melakukan kunjungan kerjanya di Ternate dan Tidore, Maluku, pada Mei 2015 silam, Presiden Jokowi mendapat gelar adat dari Kerajaan Tidore.

"Binji Nagara Madafolo"merupakan gelar adat yang diterima oleh Presiden Jokowi dan memiliki arti Yang Dipertuan Agung Anak Nagara.

Gelar yang diberikan langsung oleh Sultan Tidore Haji Husain Syah di Istana Kesultanan Tidore merupakan salah satu bentuk pengapresiasian kepada Jokowi karena dianggap sebagai sosok nasional yang menjaga NKRI dan akan mewujudkan pembangunan nasional serta menjaga adat istiadat dan budaya termasuk Kesultanan Tidore. Pemberian gelar ini disebut juga sebagai upaya keraton dan lembaga adat di berbagai daerah dalam pelestarian budayanya.

4. Gelar Kambepit oleh Suku Asmat

"Kambepit" memiliki makna pemimpin pemberani dan memiliki pandangan ke masa depan. Presiden Jokowi mendapat gelar ini dari masyarakat suku Asmat saat berkunjung ke kawasan Agats , Papua, pada April 2018 lalu.

Kambepit sendiri merupakan nama seorang panglima perang Asmat yang berasal dari rumpun Basmania. Kambepit dikenal sebagai panglima yang pandai berperang dan dikenal sebagai pembawa perubahan bagi masyarakat Asmat sendiri.

Berdasarkan penjelasan yang dikutip oleh Okezone.com, pemberian gelar panglima ini merupakan bentuk ucapan terima kasih dan bentuk penghargaan masyarakat Asmat atas dukungan dan perhatian yang diberikan oleh Presiden Jokowi kepada masyarakat Asmat.

5. Gelar Kehormatan dari Maluku

Presiden Joko Widodo mendapat gelar adat kehormatan dari Maluku saat kunjungan kerjanya pada Februari 2017 silam di Kristiani Center, Ambon, Provinsi Maluku.

"Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku" diberikan kepada Presiden Jokowi dan memiliki arti sebagai pemimpin besar yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat Maluku.

Pemberian gelar kehormatan ini ditandai dengan pemasangan jubah kebesaran, pemasangan ikat pinggang, pemasangan kain bahu, pemasangan mahkota kebesaran serta pemberian tongkat adat kehormatan yang diberikan langsung oleh Bonifaxius Silooy selaku Ketua Majelis Latupati Maluku.

6. Gelar Adat dari Masyarakat Komering

Gelar adat yang diberikan kepada Presiden Jokowi selanjutnya berasal dari masyarakat adat Komering, Sulawesi Selatan.Tidak hanya Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana pun mendapatkan gelar adat pula. Dalam rangka kunjungan kerjanya kali ini, Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana mendapat kesempatan penuh untuk diberikan gelar raja dan ratu oleh masyarakat Komering setempat.

Masyarakat adat Komering memberikan gelar Raja Balaq Mangkunegara kepada Presiden Jokowi yang memiliki arti Agung yang memegang kekuasaan tertinggi di Indonesia. Sedangkan, gelar Ratu Idoman diberikan kepada Ibu Iriana yang berarti ibunda yang memberikan perlindungan kepada masyarakat dan pengayom rakyat yang tidak terlepas dari sopan santun.

Pemberian gelar ini dinobatkan langsung oleh Haji Romli selaku Pemangku Adat Majelis Tinggi Komering di Kawasan Griya Agung, Kota Palembang, pada Minggu 25 November pagi.

Berdasarkan berita yang dibuat oleh Okezone.com, pemberian gelar tersebut merupakan pesan dan harapan masyarakat Sumatera Selatan kepada pemerintah yang harus disejahterakan. Tidak hanya itu, dalam prosesi pemberian gelar, selain memberikan gelar adat kepada Presiden Jokowi dan Ibu Iriana, diberikan pula kamus bahasa Komering untuk mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini