nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK: Kemenag Kurang Urusi Masjid!

Antara, Jurnalis · Sabtu 24 November 2018 04:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 24 337 1982110 jk-kemenag-kurang-urusi-masjid-eWMhSu0qO5.jpg Wapres Jusuf Kalla (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) kurang memperhatikan persoalan masjid di Indonesia. Sehingga, urusan masjid di negara ini lebih banyak ditangani oleh masyarakat.

"Yang paling kurang diurus Kementerian Agama itu urusan masjid, paling kurang. Jadi Dirjen (Bina) Masyarakat Islam ini enak dia, tidak banyak urusannya kan, dakwah juga tidak, hitung masjid juga tidak," kata JK saat membuka Rakernas Dewan Masjid Indonesia (DMI) I di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat 23 November 2018.

(Baca Juga: DMI Gelar Rakernas Bahas Agenda Keumatan dan Kebangsaan)

Terkait jumlah masjid di Indonesia, Kemenag tidak pernah memiliki data pasti. Selama ini, lanjut JK, angka jumlah masjid tersebut menggunakan perkiraan data sebanyak 800 ribu hingga 900 ribu.

 Masjid Raya Sumbar

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun juga tidak mengetahui angka pasti jumlah masjid di Indonesia, kata JK.

"Kita selalu memakai masjid ada 800 ribu, mungkin sekarang sudah 900 ribu. Yang tahu betul itu cuma Allah SWT. Kita tanya Menteri Agama, dia juga tidak tahu," kata Ketua Umum DMI itu.

Oleh karena itu, Wapres memerintahkan Kemenag melalui Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin untuk menghitung dengan tepat jumlah masjid yang ada di Indonesia.

Wapres memerintahkan Kemenag untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk menghitung dengan benar jumlah masjid dan musala se-Indonesia.

"Sekarang saya tugasi 'you' selama enam bulan kasih kita (DMI) jumlah (masjid) yang benar. Kita juga wajibkan nanti ketua-ketua (DMI) daerah membikin pemetaan supaya masuk ke aplikasi kita, nanti dijelaskan di aplikasi DMI," tegas Wapres.

(Baca Juga: Jokowi Resmikan Masjid di Kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan)

Sementara itu, secara terpisah Muhammadiyah Amin menjelaskan, selama ini pihaknya telah melakukan pendataan masjid lewat Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh wilayah Indonesia.

Masjid 

Berdasarkan data Kemenag, jumlah masjid dan musala yang tercatat di 34 provinsi sebanyak 741.991 bangunan. Perbedaan data masjid dengan DMI tersebut, menurut Amin, disebabkan adanya bangunan masjid dan musala di tempat fasilitas umum yang tidak dihitung oleh Kemenag.

"Pendataan itu berbeda dengan yang dilakukan DMI, karena kalau DMI itu semua masjid didata, masjid yang di terminal, di 'rest area', itu didata semua oleh DMI. Maka, kalau DMI menyebut ada 800 ribu lebih, itu wajar," ujar Amin.

Dengan waktu enam bulan, seperti yang diperintahkan Wapres JK, Amin menyanggupi akan menyelesaikan pendataan masjid dan musala di seluruh wilayah di Indonesia. "Setelah pendataan, kami akan duduk bersama DMI untuk menyamakan data yang ada," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini